Kamis, 19 November 2015

Photo Competition

"Lomba foto pake kostum, bu?" tanya saya sekali lagi ke guru wali kelas CJ. 
Beliau mengangguk sambil tersenyum.

Panik mode on. Tidakkk.... mau cari kostum dimana pula…

Kelompok Bermain tempat CJ bersekolah mengadakan event bazaar sekolah. Para murid KB diwajibkan mengikuti lomba photo berkostum yang disponsori oleh salah satu studio foto yang ada di kota kami. Walau waktu yang tersedia untuk menyiapkan kostum tidak banyak, saya sudah bertekad tidak mau menyewa kostum ataupun membeli kostum ala princess buat CJ. Main reason sih cuman satu: MAHAL. 

begini kira - kira penampakan si telinga kelinci
Solusi termudah sebenarnya adalah meminta bantuan mama mertua untuk menjahitkan kostum. Sayangnya mama mertua akhir – akhir ini disibukkan dengan kegiatan mengurus sepupu CJ yang masih bayi. Lagipula sakit lututnya sering kambuh. Batal deh…

Dengan tekad baja ( nggak mau keluar duit extra)  dan berbekal kemampuan menjahit yang amat sangat terbatas,  saya bertekad untuk membuat sendiri kostum CJ. Waktu ditanya, CJ serempak menjawab ingin pake kostum kelinci. Saya memutuskan untuk membuatkan rok tutu pendek & telinga kelinci untuk CJ. Kebetulan saya masih punya sisa kain flannel & kain tutu warna putih gading di rumah.

Gugel kesana kemari, akhirnya saya berhasil mendapatkan tutorial plus printable template telinga kelinci yang bisa dijadikan acuan untuk jepit rambut. Linknya di bawah ini :


Templatenya saya modif sedikit; telinganya saya isi dengan dakron supaya menggembung, lalu saya tempel pada jepit rambut dan dipermanis dengan pita.

Setelah urusan telinga beres, mulailah saya membuat tutunya. Ternyata di internet banyak sekali tutorial untuk membuat rok tutu tanpa jahit. Salah satunya ada di bawah ini :


Rok tutu Celine sudah jadi seminggu sebelum hari H, tetapi rok tutu Jessie baru dibuat malam sebelum hari H karena jadwal di kantor sedang padat – padatnya. Dengan bantuan setengah hati dari Danny, akhirnya kedua rok tutu selesai dibuat lewat tengah malam. Saya bahkan masih punya extra time untuk membuat sarung tangan berbentuk telapak kaki kelinci dan wortel dari kain flannel. Walau punggung pegal tetapi hati senang karena semua selesai tepat waktu.

Pada hari H, CJ semangat sekali untuk berangkat ke sekolah..tapi apa daya, saat menunggu giliran foto ada insiden yang kurang menyenangkan. Celine tiba - tiba terserang diare dan mengotori stocking putihnya. Sambil menangis tersedu - sedu dan berjalan terseok - seok dengan stocking kotor, Celine mengeluh sakit perut tapi menolak diajak pulang karena masih keukeuh ingin ikut lomba foto. Untung baby sitternya membawa extra stocking putih. 

Mungkin karena moodnya udah jelek gara - gara peristiwa diare tadi, Celine menolak untuk tersenyum saat difoto. Walaupun sempet rewel dan menolak naik kuda kayunya, Jessie tersenyum lebar saat difoto. Dari 100 plus peserta, Jessie mendapatkan juara harapan 1 hari itu. Hadiahnya tas ransel kecil dan Jessie senang sekali. Not bad, setidaknya punggung pegal saya terobati.

Celine mukanya sedih... ngambek

Senyum lebar sesaat

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar