Minggu, 23 Desember 2012

Pijat Time



Jessie - tetap sadar kamera walau lagi pijat
Agenda hari Sabtu pagi ini adalah pijat bayi. Udah beberapa kali CJ saya pijatkan di RKZ Surabaya. Berbekal crash course gratis yang didapat disana dan VCD gratisan dari Johnson&Johnson, CJ juga udah beberapa kali saya pijatin sendiri di rumah. 

Celine - ngantuk
Ntah pijetnya atau ntah susunya atau ntah apanya, yang jelas CJ kian montok deh sekarang.. pangling deh kalo diliatin foto lahirnya ( berat mereka kan dulu cuma 2116gr ama 1800gr ).

Selain itu, sebulan sekali ada mbok pijet bayi yang kami panggil ke rumah untuk mijetin CJ.
Sabtu ini kebetulan jadwalnya dia datang. Ibunya udah tua, udah hampir 85 tahun tapi pijetannya ok sekali. CJ selalu menikmati sesi pijat mereka.

CJ suka, mamanya juga suka karena nemu moment untuk difoto – foto ( biasa… sindrome mama baru… apa – apa selalu difoto ).

Berenang - Renang Dahulu


Membaca begitu banyak artikel dan ditunjang oleh fakta kalo CJ menikmati sekali “berendam” waktu dimandiin, udah lama saya kepengen ngajakin CJ berenang. Maka begitu mencapai usia 4 bulan dan CJ udah bisa menahan kepala dengan stabil ( Puji Tuhan untuk itu … ), sayapun memutuskan untuk membeli kolam karet dan neckring ( ban berenang khusus bayi yang dipasang di leher ).

Setelah browsing sana – sini diputuskan untuk membeli pool dari sebuah toko online yang berlokasi di Surabaya ( biar hemat ongkir ). Ternyata toko itu menyediakan paketan pool karet yang udah lengkap dengan neckringnya. Saya tinggal beli neckring 1 lagi deh buah si Jessie. 

Begitu kolam datang, langsung deh saya gatal mencoba. Pertama – tama 2 neckring saya pompa dengan pompa tangan  gratisan dari penjual. Waduh… baru mompa neckring aja udah keringetan, gimana mau mompa poolnya ??

Pool karet akhirnya selesai dipompa
Dasar udah mata gelap, semangat ngeyel muncul untuk memompa pool yang segede gaban sendirian.. akhirnya sayapun mulai memompa pool. 1 jam berlalu dan baru bagian dasar dan lapis pertama aja yang terpompa ( total ada 4 lapis ). Keringat mulai bercucuran dan tangan dan kaki udah pegel.
Begitu suami pulang, saya langsung menodong minta dibantuin mompa. Nggak sampe satu jam kemudian, kolamnya udah jadi ^^. Siap deh untuk dicobain keesokkan harinya.

Ternyata kolam karetnya besar juga… CJ bisa masuk berdua dan masih bisa berenang kesana – kemari. Jessie ternyata is a natural swimmer. Dia bisa balik badan dan menggerakkan badannya kesana kemari dengan bantuan kaki dan tangannya. Dia begitu menikmati waktu renangnya dan menangis waktu diangkat untuk dikeringkan. 

Menuruti nasihat yang jual kolam, CJ berenang hanya 5-10 menit aja hari itu (padahal nyiapin air anget, ngisi kolamnya, dan lain – lainnya aja dah makan waktu lebih dari sejam ) hehehe. Tapi ngeliat Jessie yang begitu menikmati dan Celine yang tampak manis dengan neckringnya, kerja keras nyiapin pool itu nggak ada artinya hehehe.

Sabtu, 22 Desember 2012

Manfaat Berenang Untuk Bayi

Selama 9 bulan menjadi perenang didalam air ketuban, Anda harus percaya bahwa bayi juga perenang yang “hebat” di bulan awal kelahirannya. Kegiatan ini akan menyenangkan, dan tidak perlu takut bayi akan tersedak atau kemasukan air, asalkan Anda perhatikan hal berikut:

1.    Bayi memiliki refleks untuk menahan nafasnya saat kepalanya berada didalam air dan kemampuan refleks ini akan menghilang saat ia berusia 12 -18 bulan.
2.    Dengan mengajak bayi berenang, Anda membantu melatih kaki dan tangan, jantung, paru paru serta sistem pernafasan bayi.
3.    Pastikan bayi sehat. Batasi waktu. Untuk usia 4-7 bulan cukup 10 menit saja, agar bayi tidak sakit dan menelan terlalu banyak air.
4.    Bayi yang sering di ajak berenang biasanya lebih mudah untuk makan dan tidur.
5.    Bayi bisa lebih dulu berenang didalam air sebelum ia bisa mengapung di permukaan.
6.    Untuk pelampung, pilih pelampung yang digunakan pada kedua pangkal lengan untuk melatih keseimbangannya.
7.    Tetap awasi bayi sambil mengajaknya bermain dalam air.

Lakukan kegiatan berenang secara bertahap. Mulailah dengan mengajaknya bermain dulu di pinggir kolam. Biarkan bayi Anda menikmati cipratan-cipratan air di tubuhnya. Sehingga keberaniannya sedikit demi sedikit timbul. Begitu dia sudah mulai menikmatinya, pelan-pelan gendong masuk ke dalam kolam renang, biarkan dia tetap dekat dengan Anda sehingga dia tetap merasa aman. Jika sudah mulai nyaman dan akrab dengan air, barulah ajari dia berenang.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id


Keuntungan lain yang didapat adalah berenang bisa melatih kepercayaan diri dan mengembangkan inteligensi si Anak. Bahkan, berenang juga dapat dijadikan ajang stimulasi psikologis karena terjadinya interaksi keluarga yang melibatkan ayah, ibu, dan anak, bermain bersama-sama di dalam air.

Untuk usia balita boleh diajarkan berenang adalah sejak bayi setelah usia 4 bulan sebenarnya anak sudah bisa diajarkan berenang jika kepala bayi anda sudah tegak karena sudah sehat secara motorik, pernapasan jantung serta pencernaannya. Bunda sudah bisa mengajarkan bayi Bunda untuk berenang dikolam renang buatan seperti yang terjual di pasaran dengan ukuran-ukuran yang tersedia, bahkan saat dirumah pun Bunda bisa mengajarkan bayi bunda untuk berenang bersama. 

Namun ada beberapa cara yang harus Bunda tahu agar Si Kecil dapat berenang diruang terbuka dengan Aman diataranya :
- Sebelum berenang, balurkan cairan khusus di kulit tubuh si kecil agar sinar matahari tak merusak kulitnya yang masih peka. Cairan ini juga berfungsi melindungi kulit anak dari kemungkinan iritasi yang diakibatkan oleh obat/cairan yang kerap digunakan di kolam renang seperti kaporit.
- Untuk perlindungan kulit muka yang sangat sensitif sekaligus perlindungan mata akibat air di kolam renang, gunakan kacamata khusus untuk berenang. Pada beberapa toko olahraga terkemuka, tersedia kacamata renang untuk Anak balita. Namun yang penting usahakan bagian muka dan kepala Anak selalu berada di atas air.
- Hindari melontarkan kata-kata yang tak mendukung selama Anda mengajari si kecil berenang. Tunjukkan selalu sikap riang dan wajah penuh senyum sehingga si kecil dapat menikmati berenangnya.
- Bila si kecil mengalami "kecelakaan" seperti tersedak air atau tergelincir, ingatlah untuk tak menunjukkan sikap panik. Lakukan tindakan dengan segera, namun dengan sikap tetap riang.
- Selalu beri pujian setiap kali Anak mampu melakukan tahapan berenang yang diajarkan kepadanya. Sebaliknya, jangan mengejek atau mengatakan ia bodoh kala ia gagal, tapi berilah kata-kata yang membuatnya makin bersemangat untuk terus belajar.
- Jangan lepaskan si kecil sedetik pun dari pengawasan Anda. Baik kala ia berenang di rumah, di kolam renang umum, maupun di tempat kursus.
- Usai berenang, segera mandikan si kecil. Bila berenang di kolam renang umum yang mengandung kaporit, guyur ia dengan air cukup banyak untuk menghilangkan kaporit tersebut menempel terlalu lama di kulit. Gunakan sabun dan sampo khusus untuk anak. Setelah itu, keringkan tubuhnya dan baluri tubuhnya dengan lotion pelembut.
- Berhentilah pada saat balita Anda sudah kedinginan bahkah bila baru sebentar berenangnya.
- Hentikan kegiatan berenang untuk sementara kala si kecil sakit, kendati ia hanya batuk pilek. Begitu pula jika ia terkena ruam kulit dan diare.

source: www.seruu.com

Jumat, 07 Desember 2012

Cerita Carbonara

Ntah kenapa tiba - tiba sore tadi kepengen makan fettucini carbonara. Setelah membongkar lemari makan, dengan kecewa menyadari kalau persediaan fettucini abis. Untung ada saudaranya si spaghetti. Yah..sutralah... tak ada fettucini, spaghetti-pun jadi.

Spaghetti Carbonara ala Maminya Celine - Jessie :            ( untuk 4 orang / 2 orang yang super kelaperan )


 Bahan :
- bawang bombay, cincang halus
- spaghetti/ fettucini secukupnya, rebus al dente. Tiriskan. (Masukkan sedikit garam di air perebusnya)
- susu kondens tawar 1 kaleng ( saya pake merk FN )
- daging asap ( idealnya sih... tapi karena tadi pas nggak punya, saya ganti ama sosis dan bakso ikan )
- jamur champignon segar ( saya ganti ama jagung beku )
- keju cheddar parut secukupnya
- tepung terigu secukupnya
- margarine 1 sdm untuk menumis
- pala bubuk ( kalo nggak ada juga gpp )
- daun basil kering ( kalau suka )
- garam & merica

Cara Bikinnya :
- Lelehkan margarin di wajan anti lengket. Tumis bawang bombay hingga harum. Tumis sosis dan jagung bekunya. Tambahkan daun basil. Aduk.
- Masukkan susu. Tambahkan sedikit air sambil terus diaduk.
- Masukkan keju parut dan sedikit terigu. Aduk hingga mengental.
- Masukkan spaghetti, aduk rata. Bumbui dengan pala, merica, dan garam.




Rabu, 21 November 2012

Ari - ari oh ari - ari

Semasa saya hamil tua dulu, mama dan mertua sudah sering mengingatkan masalah "penanganan" tali pusar atau ari - ari si kembar. Saya sih sudah pasrah.. nggak ngerti adatnya sama sekali. Begitu banyak informasi datang dari kanan dan kiri, saya dan suamipun kian bingung. Untung juga ari - ari si kembar cuma satu, kalau nggak bingungnya dobel deh.

Ada yang nyaranin supaya ari-arinya dilarung ke laut, tetapi banyak yang keberatan.."anak cewek kok dilarung ke laut..jangan, nanti miber ke seberang laut" begitu kata neneknya.

Ada yang bilang kalau sang ayah yang harus mencuci tali pusarnya lalu sang ayah juga yang mesti mengubur ari - arinya. Masalahnya, suami saya termasuk orang yang "takut" ama darah. Kalau ngeliat darah dia langsung lemas. Bisa runyam nanti kalo dipaksain.

Mama akhirnya memberikan solusi, minta tolong pada mbok yang biasa memijat mama. Kami menelepon ibu itu dan dia bersedia datang kalau waktunya tiba nanti. Semua perlengkapan juga dia yang akan menyiapkan.

Lega... ada solusi.

Kurungan dadakan
Tiba saat saya melahirkan, si mbok itupun datang membawa aneka ragam bumbu dapur, lalu ada juga jarum, buku tulis, pensil, kendi, dan lain sebagainya. Begitu saya masuk ruang operasi, si mbok mulai berdoa.

Setelah placenta diserahkan pada suami (dalam kantung kresek warna hitam) dan dibawa pulang, dibersihkan dan dirawat, tibalah saatnya untuk dikubur. Timbul masalah, si mbok lupa membawa kurungan ayam yang berfungsi untuk "melindungi" ari - ari itu. Ayahnya udah bingung, mau cari kurungan ayam dimana... mana masih mesti nemenin saya di rumah sakit pula.

Akhirnya ditemukan sisa - sisa kayu bekas meja gambar tua saya dulu. Kayu- kayu segera dirombak menjadi "kurungan" dadakan.  Penampilannya emang rada aneh tapi cukup fungsional lah.. hehehehe...

Tradisi Mengubur Tali Pusar

Tali pusar atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit.
 
Beda bangsa, daerah dan suku beda pula penanganannya terhadap keberadaan ari-ari atau plasenta yang hadir ketika persalinan terjadi. Dalam dunia pengobatan barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit, tapi mengakui adanya penanganan khusus yang diberlakukan di berbagai belahan dunia.

Diantara suku Navajo Indian barat daya, menjadi suatu kebiasaan untuk menguburkan plasenta bayi di keempat sudut kuburan keluarga yang dianggap mulia, sebagai suatu pengikat tanah leluhur dan masyarakat . Sementara suku Maori di Selandia Baru memiliki tradisi yang sama yaitu menguburkan plasenta di tanah yang masih belum tercemar. Dalam bahasa asli Maori kata untuk tanah dan plasenta tersebut adalah :whenua (baca: venua).

Suku pedalaman Bolivian Aymara dan Queche meyakini bahwa plasenta memiliki spirit tersendiri. Karenanya seorang suami harus memperlakukan plasenta tersebut dengan mencuci dan menguburkannya pada tempat yang terlindung dan tersembunyi. Jika ritual tersebut tidak dilakukan secara benar, keyakinan mereka adalah ibu atau bayi akan menjadi sakit atau bahkan mati.

Suku Ibo di Negiria dan Ghana memperlakukan plasenta sebagai kembaran dari bayi yang hidup, sementara plasenta tersebut adalah kembaran yang mati. Sehingga harus dikuburkan dengan ritual tertentu. Lain lagi di Filipina, plasenta dikuburkan dengan berbagai macam buku oleh ibunya. Ini suatu pengharapan bahwa kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang pintar . Kondisi Filipina ternyata tidak berbeda jauh dengan beberapa masyarakat yang ada di Indonesia, dimana mereka menguburkan plasenta dilengkapi dengan buku, pensil dengan maksud agar kelak anak yang dilahirkan tersebut menjadi anak yang pintar.

Ironis lagi di Vietnam dan China plasenta disiapkan untuk dikonsumsi oleh ibu yang habis melahirkan. Masyarakat china dan Vietnam mempercayai, bahwa ibu yang baru melahirkan seharusnya merebus sendiri plasenta bayinya, kemudian dijadikan kaldu dan meminumnya untuk memperbaiki kualitas ASI nya.

Sementara di nusantara Indonesia, Ari-ari atau plasenta sering dianggap sebagai saudara bayi yang memeliharanya selama kehamilan berlangsung, bahkan tidak jarang plasenta mendapat perhatian khusus sesuai dengan adat kebiasaaan masyarakat yang berlaku. Sebagian masyarakat memperlakukan plasenta (ari-ari) dengan tatalaksana khusus, sebagai ungkapan terimakasih karena telah memelihara bayi sampai cukup bulan serta lahir ke dunia.


Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.

Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.

Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.

 
sumber : http://bidanshop.blogspot.com/2010/01/penghormatan-terhadap-plasenta-di.html 


Rabu, 07 November 2012

For Sale : Perlengkapan Bayi Ex Kado

Mau jual barang - barang ex kado. Semuanya masih baru dan masih rapi tersimpan dalam kemasan originalnya. Harga yang tercantum belum termasuk ongkos kirim ya. Kalau ada yang minat sms ke 0838 3040 1991 ya...

Crown Baby Care
Electric Steam Sterilizer
- Sterilizer uap untuk 3 botol ( botol tidak termasuk dalam   dus)
- Mensterilkan dalam waktu 9 menit
- Menjaga isi di dalamnya tetap steril dalam waktu 8 jam
- Mensteril dengan metode penguapan, dimana lebih cepat  dibanding metode konvensional dengan cara merebus botol dalam panci.

Spesifikasi:
- Daya : 350 watt
- Tegangan : 220-240 V
- Frekuensi : 50Hz
- Berat pengiriman : 4kg

Rp 105.000,-    SOLD



Nishikawa Feeding Set
warna pink

Rp 20.000,-










                Nishikawa Feeding Set
                warna biru

                Rp 20.000,-

  

PumPee
Stainless Baby Bottle Warmer
untuk 1 botol

This Pumpee Bottle Warmer will keep baby’s food and bottles warm.
The quick steam warning system heats food and milk evenly.
It can be used for all size bottles or jars.


Rp 65.000,-









Lusty Bunny
Feeding Set
mangkuk bertutup dan sendok garpu

Rp 25.000,-










Chicco
Step Up Family Sterilizer
isi 6

Rp 400.000,-   SOLD

Chicco Step Up Family Electric Sterilizer

SHIPPING WEIGHT : 4 KG (Volume)

Description :

The SterilNatural electric steriliser exploits the properties of steam to quickly and naturally disinfect and sterilise all the objects a child uses (feeding bottles, teats, soothers, toys etc. .. that can be hot sterilised). It is practical, compact, highly functional and compatible for all Chicco feeding bottles (from the Well-Being and Step Up feeding bottle lines). Suitable for all Chicco Well-being and Step Up feeding bottles. Disinfects in 5 minutes. 8 hours of sterilisation, if the lid is not removed
Racks suitable for use with all Chicco feeding bottle lines.
Safe: automatic switch off function


Tas kain
dilengkapi dengan gabus untuk menjaga botol tetap hangat

Rp 20.000,-    SOLD












Fashion Set warna pink
terdiri dari sepasang sepatu, topi, dan tas cantik

Rp 35.000,-       SOLD










 



Fashion Set warna kuning
terdiri dari sepasang sepatu, topi, dan tas cantik

Rp 35.000,-    SOLD

Sleeping Set motif angry bird
terdiri dari matras tipis, 2 guling, 1 bantal

Rp 50.000






Senin, 05 November 2012

Stroller Impian

Inglesina Classica
Stroller sempat menjadi sumber perdebatan sengit antara saya dan suami. Suami merasa bahwa stroller kurang perlu untuk dimiliki. Padahal saya merasa stroller merupakan aksesoris wajib, apalagi untuk mejeng ke mall ^^. Karena saya super ngotot ( pengaruh hormon hamil juga kali ya.. ), akhirnya suami mengalah juga. Kamipun sepakat untuk membeli 2 stroller terpisah. Ribet juga sih dipikir - pikir kalo beli yang twin stroller.

Dengan hati berbunga - bunga, langsung deh buka internet, cari - cari stroller idaman. Jatuh cinta ama model bugaboo merk Ignesia. Sadar kalo barangnya pasti susah didapat dan kalaupun ada harganya pasti super, stroller impian pun tetap menjadi stroller impian.

Akhirnya kami menuju ke salah satu baby shop di jalan Mayjend Sungkono untuk melihat - lihat. Suami langsung jatuh hati pada Baby Elle Infinite, harga juga dirasa cukup friendly di kantong. Saya yang merasa kalau pilihan stroller di toko itu kurang banyak, mengajak mengunjungi beberapa baby shop lagi untuk melihat - lihat.

Setelah keliling - keliling, akhirnya saya menyerah. Sepertinya memang Baby Elle Infinite yang pas dari segi model dan harga buat kami ( hati sih menjerit pengen Quinny Buzz, apa daya mampunya Baby Elle ).

Saat diputuskan untuk membeli, suami mendapat saran dari temannya untuk menunggu hingga anak - anak lahir dahulu sebelum membeli in case anak tidak cocok / tidak nyaman dengan stroller pilihan kami. Suami memutuskan untuk menuruti saran itu. 

Dua minggu setelah CJ pulang ke rumah, kami memutuskan untuk membeli strollernya. Kami menuju ke sebuah baby shop terkenal di kawasan jalan Hr. Muhammad. Ternyata stoller yang diinginkan habis. Kami harus pre order dulu. Sayapun setuju dan memesan 2 stroller Baby Elle tipe infinite warna merah. Petugas memperkirakan stroller akan datang dalam waktu 2 minggu.

Dua minggu berlalu, tidak ada kabar dari toko itu. Saya pun menelepon menanyakan stroller kami. Petugas hanya menjawab bahwa pengiriman agak terlambat dan dia tidak bisa memastikan tanggal kedatangan stroller. Tiga minggu berlalu, tetap tidak ada kabar, hati mulai geram dan mencari di toko - toko lain. Hasilnya nihil.

Setelah menunggu sebulan lebih, akhirnya saya mendapat telefon dari baby shop tersebut, mengabarkan bahwa strollernya sudah datang. Sepulang suami dari kantor, saya langsung menodong minta diantar ke baby shop itu. Pengennya sih CJ saya ajak juga untuk nyobain strollernya, tapi lagi - lagi suami menolak. Takut kena angin malam, begitu alasannya. Kamipun berangkat tanpa CJ.

Sesampainya disana, kami menuju ke lantai dua dan melihat bahwa ada sebuah stroller infinite berwarna purple di-display. Seorang petugas menghampiri kami dan menerangkan tentang keunggulan stoller itu. Sayapun bertanya, apakah ada yang berwarna merah. Petugas menjawab tidak ada. Hepi dan kege-er-an karena menyangka petugas mereserve 2 stroller warna merah pesanan saya, sayapun dengan pedenya berkata pasti ada karena saya sudah pesan dan tadi siang saya ditelpon oleh pihak toko mengabarkan kalau stroller pesanan saya sudah datang.
Stroller Baby Elle Infinite

Akhirnya petugas inipun masuk ke dalam untuk mengecek. Ternyata tidak ada stroller infinite merah, yang ada hanya warna beige dan purple. Hati mulai panas. Suami menenangkan lalu menanyakan warna mana yang stok strollernya ada 2 buah.

Usut punya usut, ternyata stroller infinite yang datang hanya 2 buah itu saja ; 1 warna purple, 1 warna beige. Itupun langsung dijadikan barang display. Lha kalo tadi ada orang yang membeli stroller itu sebelum saya, kan lucu jadinya ( mengingat kami udah pre-order sebulan lebih ).

Hati panas, mulutpun gatal ingin marah. Suami kembali menenangkan. Kedua stroller itupun akhirnya kami beli, mengingat kami sudah menunggu terlalu lama. Kecewa sih dengan pelayanan baby shop terkenal itu.

Sesampainya di rumah, CJ udah bobok. Nyobain strollerpun ditunda hingga besok pagi. Masih bete nih karena nggak dapat stroller kembar.


Keesokan harinya, melihat duo CJ yang begitu hepi didorong pake stroller, kekecewaan hatipun terobati. Yah sudahlah.. warna nggak kembarpun gpp, bagus juga kok diliat - liat hehehehe...


Celine and Jessie menikmati stroller time mereka.


Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Beli Stroller Bayi

Kereta dorong bayi atau stroller bisa memberi Anda kemudahan saat berjalan-jalan bersama si buah hati. Selain tidak perlu kesulitan untuk selalu menggendong bayi, perjalanan juga akan lebih santai dan menyenangkan.

Manfaat lain menggunakan stroller adalah bayi Anda tidak akan lelah akibat terlalu sering digendong. Ketika ia mengantuk pun, ia bisa dengan tertidur pulas di bantalan kereta dorong tersebut. Namun Anda harus cermat memilih stroller demi kenyamanan Anda maupun si bayi. Sebelum membelinya, perhatikan dulu tips memilih stroller, seperti yang dikutip dari All Women Stalk.

1. Prioritaskan Keamanan
Utamakan keamanan saat membeli stroller bayi. Sebaik apa stroller tersebut dirancang untuk kemanan dan kenyamanan bayi saat berada di atasnya. Stroller yang aman, biasanya memiliki tiga tali harness, namun sebaiknya pilih dengan lima harness untuk menjamin keamanannya.

Pastikan kursi kereta dorongnya pas dengan tubuh bayi Anda, jangan pilih yang terlalu rendah, untuk menghindari terkena debu dan kotoran dari permukaan lantai. Cek juga kelengkapan rem pada bagian roda, agar tidak membahayakan si kecil ketika hendak berhenti di satu tempat.

2. Cari Informasi Selengkap Mungkin
Selalu teliti sebelum membeli, salah satu caranya dengan mencari informasi selengkapnya tenang stroller. Internet biasanya memuat banyak informasi tentang review produk, baik itu lewat situs parenting atau forum keluarga. Pastikan bahwa stroller yang akan Anda beli sesuai dengan usia, tinggi juga berat bayi. Beberapa perusahaan peralatan bayi ternama, biasanya memiliki website yang menampilkan produk-produk mereka dan informasi detail seperti berat, ukuran dan tingkat keamanan.

3. Coba Dulu Sebelum Membeli
Anda pastinya ingin mendapatkan stroller yang terbaik untuk bayi tersayang. Untuk itu, jangan pernah membeli stroller tanpa mencobanya terlebih dulu. Lakukan 'test drive', tempatkan bayi pada stroller dan ajak berjalan-jalan di sekeliling toko. Pastikan pegangan kereta dorong tidak terlalu rendah, sehingga Anda atau suami tidak cepat lelah saat mendorongnya. Hal ini juga menghindari Anda dari sakit pinggang.

Cek juga apakah ukuran dan beratnya sesuai untuk Anda bawa-bawa. Beberapa stroller memiliki pegangan yang bisa disesuaikan tingginya dengan Anda, untuk lebih memudahkan ketika mendorongnya. Pilihlah yang rodanya dapat berputar ke segala arah dan mudah digerakkan.

4. Perhatikan Panjang, Lebar dan Tinggi Stroller
Pilihlah yang mudah dilipat dan beratnya berkisar antara 7-9 kg agar praktis disimpan dimanapun. Termasuk mudah dibawa saat Anda bepergian dengan mobil pribadi.

5. Hindari Membeli Stroller yang Banyak Material Plastiknya
Hindari stroller dengan banyak material plastik, terutama di bagian roda. Plastik cenderung lebih cepat rusak, sementara material besi atau stainless bisa digunakan hingga bertahun-tahun, bahkan bisa diturunkan untuk adik baru si kecil nantinya.

6. Beli yang Diperlukan Saja
Banyak perusahaan yang menawarkan produk stroller yang dilengkapi tempat menaruh air minum, payung, tudung hujan atau kantung penyimpan peralatan bayi. Fitur-fitur tambahan tersebut tentu akan membuat stroller lebih berat dan harganya juga lebih mahal. Jadi belilah hanya yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan si kecil.(hst/hst)
 
sumber:wolipop.com

Minggu, 04 November 2012

Bath Time

keranjang mandi
Jessie selalu menikmati waktu mandinya. Dia jarang rewel saat disabuni. Saat dimasukkan ke dalam bakpun dia selalu gembira. Celine kurang suka disabuni. Dia agak cranky saat dibasuh dengan waslap, tapi begitu dia dimasukkan ke dalam bak mandi, dia langsung menikmati. Syukurlah beranjak besar, Celine semakin menikmati bath timenya.

Celine's first bathing time at home.




Untung juga anak - anak tidak rewel kulitnya. So far sih mereka cocok - cocok aja dengan semua merk kosmetik.

Beberapa minggu yang lalu, kulit wajah mereka sempet berbintil. Ama dokternya sih suru kasih Physiogel, cuman kayaknya mereka kurang cocok. Akhirnya saya cobain dioles pake Cetaphil Moisturizing Lotion.. eh.. setelah 2 hari wajahnya jadi bersih. Sejak itu rutin deh dikasih Cetaphil.

Masalah disposable diapers juga anak - anak cukup flexible. Aneka ragam merk, mulai dari merk mahal seperti Merries, sampai yang harganya cukup bersahabat seperti Baby Happy pernah saya cobain. Mereka nggak pernah bermasalah. Sekali ruam popok muncul, itupun gara - gara mamanya teledor ; lupa gantiin diapersnya hampir semaleman.

Setelah bertanya kanan kiri, diputuskan mencoba Sebamed Care Cream. Besoknya ruam popok memudar dan lusanya sudah hilang sama sekali. Setelah ruam popoknya sembuh, saya beralih ke Sebamed Soft Cream. Sampai sekarang anak - anak nggak pernah kena ruam popok lagi, tentunya dibarengin dengan ganti diapers tiap 3 jam sekali.

Jessie's enjoying her bath time.

Banyak yang bilang " udah kasih aja disposable diapers 24 jam biar tidurnya enak, cucian juga nggak banyak". Udara Surabaya begini panas, kasihan CJ kalau terus menerus dibungkus diapers. Akhirnya saya putuskan kalau siang pake celana biasa, kalau malam baru pake diapers.
 



Holding On and Never Letting Go



KaEmCe

Kangaroo Mothercare (KMC) adalah metode perawatan bayi prematur yang menganjurkan terjadinya kontak kulit antara bayi dan ibu. Kalau kontak kulitnya antara bayi dan bapaknya disebut Kangaroo Fathercare kali ya.. (KFC.... jadi laper deh.. ).

Kontak kulit ini selain untuk memperlekat ikatan batin antara anak dan orang tua, juga untuk berguna untuk menghangatkan bayi, membantu kondisi bayi menjadi lebih stabil.

Metode kangguru ini dinilai memberi banyak keuntungan, baik bagi ibu, ayah, bayinya sendiri, maupun bagi health care provider. Ibu merasa lebih percaya diri, tingkat stress menurun, merasa bersemangat berpartisi dalam merawat bayinya, memberi ASI, serta mengurangi rasa penolakan dan kekecewaan ibu. Demikian juga bagi ayah, ayah dapat turut berperan dalam perawatan bayinya serta meningkatkan ikatan batin antara ayah dan bayinya. Sedangkan bagi bayinya sendiri, metode kangguru ini dapat membuat bayi lebih hangat dan stabil, pertumbuhan lebih cepat, angka terjadinya infeksi dan apneu menurun. Bagi health care provider, metode kangguru ini akan menurunkan jumlah kebutuhan akan tenaga medis dan peralatan, bayi dapat lebih cepat keluar dari rumah sakit, serta lebih murah. (sumber:http://pediatricinfo.wordpress.com )

Pihak rumah sakit menyediakan sejenis selendang berkantung untuk tempat bayi dan semacam kimono pendek untuk menutupi dada ibu. Harganya tidak mahal, hanya Rp 60.000,- tetapi manfaatnya segudang. Selendang ini sampai sekarang masih saya simpan untuk kenang - kenangan.



Tentang Pre Eklampsia

Selama kehamilan saya sebenarnya cukup rajin membaca buku - buku tentang kehamilan dan persalinan. Istilah pre eklamsia sebenarnya bukan hal yang benar - benar asing bagi saya. Hanya saja saat didiagnosis terkena keracunan kehamilan itu, tak urung saya panik juga.

Apaan sih pre-eklampsia itu?
Preeklampsia atau sering juga disebut toksemia adalah suatu kondisi yang bisa dialami oleh setiap wanita hamil. Penyakit ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah yang diikuti oleh peningkatan kadar protein di dalam urine. Wanita hamil dengan preeklampsia juga akan mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Preeklampsia umumnya muncul pada pertengahan umur kehamilan, meskipun pada beberapa kasus ada yang ditemukan pada awal masa kehamilan.

Apa yang menyebabkan pre-eklampsia ?
Penyebab pasti dari kelainan ini masih belum diketahui, namun beberapa penelitian menyebutkan ada beberapa faktor yang dapat menunjang terjadinya preeklampsia dan eklampsia. Faktor faktor tersebut antara lain, gizi buruk, kegemukan dan gangguan aliran darah ke rahim. 

Apa saja faktor resiko terjadinya pre-eklampsia?
Preeklampsia umumnya terjadi pada kehamilan yang pertama kali, kehamilan di usia remaja dan kehamilan pada wanita diatas 40 tahun. Faktor resiko yang lain adalah :
  • Riwayat tekanan darah tinggi yang khronis sebelum kehamilan.
  • Riwayat mengalami preeklampsia sebelumnya.
  • Riwayat preeklampsia pada ibu atau saudara perempuan.
  • Kegemukan.
  • Mengandung lebih dari satu orang bayi.
  • Riwayat kencing manis, kelainan ginjal, lupus atau rematoid arthritis.

Apa saja gejala pre-eklampsia yang patut di waspadai?
Selain bengkak pada kaki dan tangan, protein pada urine dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia yang patut diwaspadai adalah :
  • Berat badan yang meningkat secara drastis akibat dari penimbunan cairan dalam tubuh.
  • Nyeri perut.
  • Sakit kepala yang berat.
  • Perubahan pada refleks.
  • Penurunan produksi kencing atau bahkan tidak kencing sama sekali.
  • Ada darah pada air kencing.
  • Pusing.
  • Mual dan muntah yang berlebihan.
Apakah setiap wanita hamil yang kaki tangannya bengkak menderita pre-eklampsia?
Beberapa wanita hamil yang normal dapat mengalami pembengkakan pada kaki dan tangan. Tetapi jika bengkak yang timbul tidak mengecil saat istirahat dan ditambah dengan gejala yang saya sebutkan diatas, maka sebaiknya anda segera ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Bagaimana efek pre-eklampsia pada bayi?
Preeklampsia dapat menyebabkan gangguan peredaran darah pada plasenta. Hal ini akan menyebabkan berat badan bayi yang dilahirkan relatif kecil. Selain itu, preeklampsia juga dapat menyebabkan terjadinya kelahiran prematur dan komplikasi lanjutan dari kelahiran prematur yaitu keterlambatan belajar, epilepsi, sereberal palsy, dan masalah pada pendengaran dan penglihatan.

Bagaimana mengobati pre-eklampsia ?
Pengobatan preeklampsia dan eklampsia adalah kelahiran bayi. Preeklampsia ringan (tekanan darah diatas 140/90 yang terjadi pada umur kehamilan 20 minggu yang mana wanita tersebut belum pernah mengalami hipertensi sebelumnya) dapat dilakukan observasi di rumah atau di rumah sakit tergantung kondisi umum pasien. 

Jika umur bayi masih prematur, maka diusahakan keadaan umum pasien dijaga sampai bayi siap dilahirkan. Proses kelahiran sebaiknya dilakukan di rumah sakit dibawah pengawasan ketat dokter spesialis kebidanan. Jika umur bayi sudah cukup, maka sebaiknya segera dilahirkan baik secara induksi (dirangsang) atau operasi. 

Untuk preeklampsia berat lebih baik dilakukan perawatan intensif di rumah sakit guna menjaga kondisi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungannya. 


sumber : http://www.blogdokter.net 






Pre Eklamsia Datang

Sejak awal kehamilan saya rutin check up ke dokter. Sebulan sekali sesuai ketentuan. Vitamin- vitamin yang diberikan juga saya konsumsi dengan rajin. Atas saran dokter, saya juga minum susu khusus hamil ( nggak rutin sih... sering bolongnya hehehee...abis eneg sih... ).

Sebelum hamil, tekanan darah saya normal bahkan cenderung rendah. Menginjak bulan ke 5, tekanan darah saya mulai naik menjadi 120/80. Dokter bilang normal..mungkin karena bayi dalam kandungan 2, jadi tekanan bertambah. Saya sih percaya saja... masak dokter senior dilawan.

Masuk bulan ke 6, tekanan darah kian naik menjadi 130/90. Hati mulai merasa tak tentram walau pak dokter bilang normal... Kaki mulai sering bengkak. Awalnya saya pikir karena kecapaian di kantor, tetapi setelah istirahatpun, bengkaknya tak kunjung hilang. Dokter cuma bilang terus istirahat dan perbanyak makan protein. Alhasil, tiap hari saya dipaksa makan putih telur rebus.

Suami sebenarnya sudah mendesak supaya saya mengambil cuti dan istirahat saja di rumah; tetapi dasar keras kepala, saya tetep ngotot bekerja.

Masuk bulan ke 7, tekanan darah menjadi 140/100. Wajah, tangan, kaki membengkak. Dokter kelabakan dan menyuruh opname. Setelah serentetan test, saya didiagnosa terkena pre-eklamsia (pembahasan tentang penyakit ini akan menyusul di post berikutnya).

Mendengar diagnosa dokter, saya tetep ngotot untuk rawat jalan. Dokter mengancam, kalo tekanan darah kian naik akan terjadi kejang. Kalau sampai kejang, nyawa ibu dan anak akan terancam. Saya harus segera diopname supaya tekanan darah bisa diturunkan, jika tekanan tidak bisa turun juga
Saya langsung bungkam. Jadilah tengah malam itu saya check in di sebuah rumah sakit swasta dekat sutos.

Sesampainya di rumah sakit, saya langsung dinaikkan ke kursi roda dan dibawa ke ruang melahirkan. Begitu masuk ke kamar, muncullah 2 orang suster berwajah baja nan mahal senyum. Haduh... ternyata gossip tentang suster - suster judes nan galak di rumah sakit ini memang benar adanya, begitu pikir saya.

Suami saya segera diusir keluar. Saya dipaksa untuk telanjang dan berganti pakaian rumah sakit. Setelah suami saya keluar, mereka menjadi cukup lembut dan meminta saya untuk rilex karena mereka akan memasang kateter.

Tak lama, muncullah seorang suster lain yang berwajah cukup ramah. Dia datang untuk memasang infus obat. Ternyata dia cukup friendly. Dia banyak mengajak bergurau, mungkin untuk membuat saya rilex. Suster lainpun masuk untuk memantau detak jatung kedua bayi saya. Beliau sempat menenangkan saya dengan ceritanya, lalu menyuruh untuk tidak putus - putus berdoa.

Yah ternyata gossip suster - suster judes itu tidak benar, setidaknya pada kasus saya.

Dokter kandungan saya akhirnya memilih rekanan dokter jantung senior terkenal di Surabaya untuk menangani saya. Pagi-pagi dokter kardiologi ini sudah berkeliling untuk memeriksa pasien. Ternyata betul kata orang, beliau emang agak "nyengit". Salah satu suster  yang kemarin memasang kateter sayapun sempat kena bentak karena hasil lab saya belum siap.

Tekanan darah saya terus dipantau dan puji Tuhan berkat dokter jantung galak tadi, tekanan darah saya berangsur turun. Setelah 3 hari menginap di rumah sakit, dokter jantung memberi putusan bahwa tekanan darah saya stabil 130/85 dan boleh pulang. Tinggal menunggu keputusan dokter kandungan saja. Saat beliau datang kontrol sore hari, beliaupun mengijinkan saya pulang dengan syarat di rumah harus bedrest total dan diet rendah garam. Jadwal kontrol ke dokter kandunganpun dirubah menjadi seminggu sekali.


Suami kini jadi perawat pribadi. Empat kali sehari tekanan darah saya diukur. Ada kalanya saya sempat trauma melihat alat pengukur itu. Makanan yang masuk ke mulut saya benar - benar dikontrol. Aneka ragam makanan yang dipercaya dapat menurunkan tekanan darah, seperti belimbing, daun seledri, dan mentimunpun saya konsumsi. Obat terus saya minum dengan teratur.

Tetapi memang putri - putri kecil saya ditakdirkan hadir ke dunia lebih awal. Pada saat usia kandungan saya memasukin 8,1 bulan, tekanan darah saya naik lagi menjadi 150/110. Dokter kandungan saya mengambil keputusan bahwa kehamilan saya akan diterminasi.

saat operasi caesar
Operasi caesarpun dijadwalkan. Saya dan suami tak putus - putusnya berdoa karena menurut hasil USG putri-putri kami masih di bawah 2kg semua beratnya. Ini juga yang menjadi bahan pertimbangan dokter untuk menterminasi kehamilan saya. Rupanya karena gangguan kehamilan ini, putri-putri saya kurang mendapatkan asupan gizi.

Akhirnya pada tanggal 11 Agustus, kedua putri kembar sayapun hadir ke dunia. Walau kecil ( 2160gram dan 1800gram ), suara tangisan mereka keras sekali.




Karena mereka tergolong prematur dan underweight, kedua bayi sayapun langsung dibawa ke NICU (Neonatus Intensive Care Unit) untuk diperiksa lebih lanjut.

Merekapun dimasukkan ke dalam inkubator dan dipasangi aneka selang dan monitor pemantau. Saya sih tidak melihat prosesnya karena masih dalam masa pemulihan pasca operasi.

Pihak rumah sakit cukup tegas dalam menetapkan aturan membesuk pasien NICU (wajar sih..). Jadi setiap jam 6 pagi, saya berjalan tertatih - tatih menahan sakit bekas luka operasi menuju ruang NICU sambil memasang muka melas, menunggu belas kasihan suster - suster NICU supaya saya boleh menenggok bayi kembar saya.

Kayaknya lama - lama mereka kasihan juga ama saya, saya dibiarkan berlama - lama di ruang NICU. Kalo ada dokter datang baru saya diusir keluar.

Setelah seminggu di NICU, puji Tuhan bayi - bayi saya diperbolehkan pindah ke ruang bayi. Lega karena mereka berarti sudah stabil dan juga lega karena biaya menjadi agak lebih ringan setelah keluar dari ruangan NICU.
 
Di ruang bayi itulah saya diperkenalkan pada Kangaroo Mothercare ( ntar ditulis lebih jelas lagi tentang KMC di post selanjutnya yaaa... ). Metode ini digabung dengan kasih sayang, doa, dan perawatan medis akhirnya membuahkan hasil. Celine dan Jessie berangsur kuat dan berat badannya berangsur meningkat.

Diberikan bersama ASI untuk membantu menambah berat badan bayi.

Dokter memperbolehkan Celine pulang duluan. Saat itu beratnya 2500gr. Jessie pulang 3 hari kemudian dengan berat badan 2300gr.

Saat tulisan ini dibuat, usia lahir mereka 2.5 bulan. Berat badan Celine sudah mencapai 5300gram dan Jessie 5000gr. Masih underweight sih jika dibanding bayi - bayi seusia mereka, tetapi melihat selera minum mereka yang begitu bagus, saya yakin mereka akan segera mengejar ketertinggalan mereka.




























Sabtu, 03 November 2012

Welcoming the Newborn(s)

Banyak juga barang yang mesti disiapkan untuk menyambut si kecil.. apalagi dulu saya mesti siapin dobel. Setelah googling dan nanya kanan kiri..akhirnya jadi juga list barang yang mesti dibeli :
( note : nama merk/brand yang disebut disini semata - mata untuk tujuan sharing pengalaman, sama sekali bukan untuk tujuan promosi )

Perlengkapan Bayi :
- perlak karet besar 1 buah
- perlak menyusui
- kain selendang 3 buah ( in case kena ompol )
- kain lorek 2 lusin ( buat alas bobok )
- selimut bertudung untuk pulang dari rumah sakit / ke dokter
- kain bedong  1 lusin
- gurita bayi 1 lusin ( kata orang sih dipakenya cuma sampe bayi copot pusar, tapi menuruti wejangan mertua, Celine dan Jessie saya pakein gurita sampe bisa tengkurap )
- popok kain 2 lusin
- pampers bayi ukuran newborn ( kalau malam saya pakein pampers, selain supaya mamanya bisa bobok, juga biar babynya nggak bangun terus menerus karena popok basah )
- singlet ukuran new born 1/2 lusin
- baju atasan tanpa lengan 1/2 lusin
- baju atasan lengan pendek 1/2 lusin
- baju atasan lengan panjang 1/2 lusin
- celana pendek kacamata 1 lusin
- celana pendek kaki lebar 1 lusin
- celana panjang 1 lusin ( 1/2 lusinnya saya beli model yang kakinya tertutup )
- sarung tangan dan kaki bayi 1/2 lusin
- sapu tangan kecil dari bahan handuk 1 lusin ( perlu saat bayi gumoh )
- tatakan pundak untuk saat bayi bersendawa ( optional, pake sapu tangan benernya juga bisa.. )
- topi bayi 2 buah
- kaus kaki ( kalau pas lagi nggak pake sarung kaki )
- slabber   1/2 lusin

Perlengkapan Minum Bayi :
- Pompa asi ( saya cinta merk MEDELA )
- kontainer untuk menyimpang asi (bisa kantung plastik khusus asi, atau botol. Saya pake botol kaca merk Baby Pax).
- pemanas susu / warmer ( optional, saya cuma pakai cangkir yang diisi air panas... hemat booo )
- botol susu kecil 3 buah + dot sesuai usia
- botol susu besar 3 buah + dot sesuai usia
- sikat botol
- sikat dot
- cairan pencuci botol bayi + sepon lembut
- sterilizer
- penjepit botol
- Termos air panas ( pilih yang panasnya tahan lama, saya pake merk Zojirushi )
- termos air panas kecil untuk bepergian
- sendok kecil ( untuk minum vitamin / obat .. sebenarnya ada dot yang namanya MediBottle, khusus untuk memberikan obat pada bayi..tapi saya nggak pake ini. Lagi - lagi alasannya karena...mahal, mengingat saya mesti beli 2 untuk si kembar hehehehe.. )
- kontainer susu susun untuk bepergian ( kalau bayi minum susu formula )
- Empeng ( dipake dalam keadaan darurat saat bayi rewel hehehehe.. )

Perlengkapan Mandi Bayi :
- Baby Tafel ( optional, saya pribadi kurang suka dengan baby tafel/changing table ini. Selain makenya cuma bentar, harganyapun cukup mahal. Bagitu bayi sudah bisa berguling, bisa jadi bayi malah terjatuh jika diletakkan di atas baby tafel)
- waslap  2 buah
- handuk  minim. 2 buah ( ukuran besar  lebih baik, biar bisa dipake sampe baby agak besar )
- handuk pantat ( handuk kecil untuk melap pantat bayi setelah dicebokin ) 2 buah
- kapar poop ( kapas bola... butuh banyak nih..kalau mau hemat beli aja kapas kiloan lalu dibikin
  bola-bola sendiri )
- kasa steril untuk membersihkan mulut dan lidah tiap pagi ( di toko ada sih dijual pembersih lidah
  dari karet, tapi saya kurang nyaman pakenya )
- perlak karet untuk alas mandi ( kalau nggak punya baby tafel )
- baskom kecil 1 buah
- bak mandi bayi ( beli yang kokoh dan bagus buatannya )
- tempat bedak
- tempat sabun ( kalo pake sabun batang )
- sisir bayi ( biasanya dijual 1 set yang terdiri dari sisir sikat bulu lembut ama sisir gerigi )
- kosmetik bayi ( pilih yang hypoallergenic )
* bedak bayi
* shampoo dan sabun bayi
* hair lotion
* baby lotion
* baby oil
* baby cologne ( optional )
- krim untuk ruam popok ( saya pake Sebamed CareCream untuk ruam popok yang udah terjadi, kalau untuk pencegahan setiap hari saya oles pake Sebamed Baby Cream - Extra Soft )
- lotion / krim untuk bintil muka ( kebetulan anak - anak cocok ama Cethapil Mosturizing Lotion. Kata orang - orang tua sih sebenernya cukup dikasih bedak kanji hehehe... )
- minyak telon untuk penghangat

Perlengkapan Tidur Bayi :
- box tidur ( optional, saya pake yang dari kayu. )
- 2 set bumper bayi   ( dibuatin ama mertua )
- 2 set sprei
- selimut bayi
- 2 buah guling bayi
- 1 buah bantal
- kelambu ( optional )
- sleeping bag ( kalo baby tidur di ranjangnya mama )

Perlengkapan Bayi Lainnya :
- gunting kuku bayi
- tissue basah 1 pack ( buat kalo pergi )
- tas bayi untuk bepergian
- ember bertutup 1 buah ( untuk tempat baju kotor )
- tempat sampah bertutup rapat untuk membuang pampers dan kapas kotor
- cutton buds khusus bayi  buat bersihin hidung & telinga  ( berhati - hatilah saat beli cutton buds, pilihlah yang ukurannya benar - benar kecil )
- sedotan ingus ( optional, saya beli merk chicco )
- thermometer, boleh digital / air raksa ( saran saya mending sedikit invest beli thermometer digital yang bagus. Kata orang, thermometer raksa sebenarnya adalah yang terbaik.. tapi mesti nunggu sekitar 3 menitan. Kalo babynya goyang terus susah nih ngukurnya )
- Alkohol 70% ( buat bersihin pusar yang belum copot atau untuk membersihkan kuping bayi perempuan yang baru ditindik)
- CD music klasik untuk menemani bayi tidur ( optional )
- Mainan bayi ( usahain yang BPA free kalo pilih yang dari plastik )
- Detergent lembut untuk mencuci baju bayi
- Jemuran gantung/ jemuran payung 2 buah
- Baby Monitor ( saya nggak pake )
- stroller ( optional )
- car seat ( optional )
- baby bouncer ( optional )
- anting bayi, untuk bayi perempuan (optional)

Perlengkapan Ibu Nifas :
- pembalut bersalin
- bra menyusui
- breast pad
- gurita
- stagen
- minyak kayu putih
- baju berkancing depan / baju menyusui

Feel free buat nambahin kalo ada yang terlupa saya cantumkan ya...