Minggu, 23 Desember 2012

Pijat Time



Jessie - tetap sadar kamera walau lagi pijat
Agenda hari Sabtu pagi ini adalah pijat bayi. Udah beberapa kali CJ saya pijatkan di RKZ Surabaya. Berbekal crash course gratis yang didapat disana dan VCD gratisan dari Johnson&Johnson, CJ juga udah beberapa kali saya pijatin sendiri di rumah. 

Celine - ngantuk
Ntah pijetnya atau ntah susunya atau ntah apanya, yang jelas CJ kian montok deh sekarang.. pangling deh kalo diliatin foto lahirnya ( berat mereka kan dulu cuma 2116gr ama 1800gr ).

Selain itu, sebulan sekali ada mbok pijet bayi yang kami panggil ke rumah untuk mijetin CJ.
Sabtu ini kebetulan jadwalnya dia datang. Ibunya udah tua, udah hampir 85 tahun tapi pijetannya ok sekali. CJ selalu menikmati sesi pijat mereka.

CJ suka, mamanya juga suka karena nemu moment untuk difoto – foto ( biasa… sindrome mama baru… apa – apa selalu difoto ).

Berenang - Renang Dahulu


Membaca begitu banyak artikel dan ditunjang oleh fakta kalo CJ menikmati sekali “berendam” waktu dimandiin, udah lama saya kepengen ngajakin CJ berenang. Maka begitu mencapai usia 4 bulan dan CJ udah bisa menahan kepala dengan stabil ( Puji Tuhan untuk itu … ), sayapun memutuskan untuk membeli kolam karet dan neckring ( ban berenang khusus bayi yang dipasang di leher ).

Setelah browsing sana – sini diputuskan untuk membeli pool dari sebuah toko online yang berlokasi di Surabaya ( biar hemat ongkir ). Ternyata toko itu menyediakan paketan pool karet yang udah lengkap dengan neckringnya. Saya tinggal beli neckring 1 lagi deh buah si Jessie. 

Begitu kolam datang, langsung deh saya gatal mencoba. Pertama – tama 2 neckring saya pompa dengan pompa tangan  gratisan dari penjual. Waduh… baru mompa neckring aja udah keringetan, gimana mau mompa poolnya ??

Pool karet akhirnya selesai dipompa
Dasar udah mata gelap, semangat ngeyel muncul untuk memompa pool yang segede gaban sendirian.. akhirnya sayapun mulai memompa pool. 1 jam berlalu dan baru bagian dasar dan lapis pertama aja yang terpompa ( total ada 4 lapis ). Keringat mulai bercucuran dan tangan dan kaki udah pegel.
Begitu suami pulang, saya langsung menodong minta dibantuin mompa. Nggak sampe satu jam kemudian, kolamnya udah jadi ^^. Siap deh untuk dicobain keesokkan harinya.

Ternyata kolam karetnya besar juga… CJ bisa masuk berdua dan masih bisa berenang kesana – kemari. Jessie ternyata is a natural swimmer. Dia bisa balik badan dan menggerakkan badannya kesana kemari dengan bantuan kaki dan tangannya. Dia begitu menikmati waktu renangnya dan menangis waktu diangkat untuk dikeringkan. 

Menuruti nasihat yang jual kolam, CJ berenang hanya 5-10 menit aja hari itu (padahal nyiapin air anget, ngisi kolamnya, dan lain – lainnya aja dah makan waktu lebih dari sejam ) hehehe. Tapi ngeliat Jessie yang begitu menikmati dan Celine yang tampak manis dengan neckringnya, kerja keras nyiapin pool itu nggak ada artinya hehehe.

Sabtu, 22 Desember 2012

Manfaat Berenang Untuk Bayi

Selama 9 bulan menjadi perenang didalam air ketuban, Anda harus percaya bahwa bayi juga perenang yang “hebat” di bulan awal kelahirannya. Kegiatan ini akan menyenangkan, dan tidak perlu takut bayi akan tersedak atau kemasukan air, asalkan Anda perhatikan hal berikut:

1.    Bayi memiliki refleks untuk menahan nafasnya saat kepalanya berada didalam air dan kemampuan refleks ini akan menghilang saat ia berusia 12 -18 bulan.
2.    Dengan mengajak bayi berenang, Anda membantu melatih kaki dan tangan, jantung, paru paru serta sistem pernafasan bayi.
3.    Pastikan bayi sehat. Batasi waktu. Untuk usia 4-7 bulan cukup 10 menit saja, agar bayi tidak sakit dan menelan terlalu banyak air.
4.    Bayi yang sering di ajak berenang biasanya lebih mudah untuk makan dan tidur.
5.    Bayi bisa lebih dulu berenang didalam air sebelum ia bisa mengapung di permukaan.
6.    Untuk pelampung, pilih pelampung yang digunakan pada kedua pangkal lengan untuk melatih keseimbangannya.
7.    Tetap awasi bayi sambil mengajaknya bermain dalam air.

Lakukan kegiatan berenang secara bertahap. Mulailah dengan mengajaknya bermain dulu di pinggir kolam. Biarkan bayi Anda menikmati cipratan-cipratan air di tubuhnya. Sehingga keberaniannya sedikit demi sedikit timbul. Begitu dia sudah mulai menikmatinya, pelan-pelan gendong masuk ke dalam kolam renang, biarkan dia tetap dekat dengan Anda sehingga dia tetap merasa aman. Jika sudah mulai nyaman dan akrab dengan air, barulah ajari dia berenang.

Sumber : http://www.ayahbunda.co.id


Keuntungan lain yang didapat adalah berenang bisa melatih kepercayaan diri dan mengembangkan inteligensi si Anak. Bahkan, berenang juga dapat dijadikan ajang stimulasi psikologis karena terjadinya interaksi keluarga yang melibatkan ayah, ibu, dan anak, bermain bersama-sama di dalam air.

Untuk usia balita boleh diajarkan berenang adalah sejak bayi setelah usia 4 bulan sebenarnya anak sudah bisa diajarkan berenang jika kepala bayi anda sudah tegak karena sudah sehat secara motorik, pernapasan jantung serta pencernaannya. Bunda sudah bisa mengajarkan bayi Bunda untuk berenang dikolam renang buatan seperti yang terjual di pasaran dengan ukuran-ukuran yang tersedia, bahkan saat dirumah pun Bunda bisa mengajarkan bayi bunda untuk berenang bersama. 

Namun ada beberapa cara yang harus Bunda tahu agar Si Kecil dapat berenang diruang terbuka dengan Aman diataranya :
- Sebelum berenang, balurkan cairan khusus di kulit tubuh si kecil agar sinar matahari tak merusak kulitnya yang masih peka. Cairan ini juga berfungsi melindungi kulit anak dari kemungkinan iritasi yang diakibatkan oleh obat/cairan yang kerap digunakan di kolam renang seperti kaporit.
- Untuk perlindungan kulit muka yang sangat sensitif sekaligus perlindungan mata akibat air di kolam renang, gunakan kacamata khusus untuk berenang. Pada beberapa toko olahraga terkemuka, tersedia kacamata renang untuk Anak balita. Namun yang penting usahakan bagian muka dan kepala Anak selalu berada di atas air.
- Hindari melontarkan kata-kata yang tak mendukung selama Anda mengajari si kecil berenang. Tunjukkan selalu sikap riang dan wajah penuh senyum sehingga si kecil dapat menikmati berenangnya.
- Bila si kecil mengalami "kecelakaan" seperti tersedak air atau tergelincir, ingatlah untuk tak menunjukkan sikap panik. Lakukan tindakan dengan segera, namun dengan sikap tetap riang.
- Selalu beri pujian setiap kali Anak mampu melakukan tahapan berenang yang diajarkan kepadanya. Sebaliknya, jangan mengejek atau mengatakan ia bodoh kala ia gagal, tapi berilah kata-kata yang membuatnya makin bersemangat untuk terus belajar.
- Jangan lepaskan si kecil sedetik pun dari pengawasan Anda. Baik kala ia berenang di rumah, di kolam renang umum, maupun di tempat kursus.
- Usai berenang, segera mandikan si kecil. Bila berenang di kolam renang umum yang mengandung kaporit, guyur ia dengan air cukup banyak untuk menghilangkan kaporit tersebut menempel terlalu lama di kulit. Gunakan sabun dan sampo khusus untuk anak. Setelah itu, keringkan tubuhnya dan baluri tubuhnya dengan lotion pelembut.
- Berhentilah pada saat balita Anda sudah kedinginan bahkah bila baru sebentar berenangnya.
- Hentikan kegiatan berenang untuk sementara kala si kecil sakit, kendati ia hanya batuk pilek. Begitu pula jika ia terkena ruam kulit dan diare.

source: www.seruu.com

Jumat, 07 Desember 2012

Cerita Carbonara

Ntah kenapa tiba - tiba sore tadi kepengen makan fettucini carbonara. Setelah membongkar lemari makan, dengan kecewa menyadari kalau persediaan fettucini abis. Untung ada saudaranya si spaghetti. Yah..sutralah... tak ada fettucini, spaghetti-pun jadi.

Spaghetti Carbonara ala Maminya Celine - Jessie :            ( untuk 4 orang / 2 orang yang super kelaperan )


 Bahan :
- bawang bombay, cincang halus
- spaghetti/ fettucini secukupnya, rebus al dente. Tiriskan. (Masukkan sedikit garam di air perebusnya)
- susu kondens tawar 1 kaleng ( saya pake merk FN )
- daging asap ( idealnya sih... tapi karena tadi pas nggak punya, saya ganti ama sosis dan bakso ikan )
- jamur champignon segar ( saya ganti ama jagung beku )
- keju cheddar parut secukupnya
- tepung terigu secukupnya
- margarine 1 sdm untuk menumis
- pala bubuk ( kalo nggak ada juga gpp )
- daun basil kering ( kalau suka )
- garam & merica

Cara Bikinnya :
- Lelehkan margarin di wajan anti lengket. Tumis bawang bombay hingga harum. Tumis sosis dan jagung bekunya. Tambahkan daun basil. Aduk.
- Masukkan susu. Tambahkan sedikit air sambil terus diaduk.
- Masukkan keju parut dan sedikit terigu. Aduk hingga mengental.
- Masukkan spaghetti, aduk rata. Bumbui dengan pala, merica, dan garam.




Rabu, 21 November 2012

Ari - ari oh ari - ari

Semasa saya hamil tua dulu, mama dan mertua sudah sering mengingatkan masalah "penanganan" tali pusar atau ari - ari si kembar. Saya sih sudah pasrah.. nggak ngerti adatnya sama sekali. Begitu banyak informasi datang dari kanan dan kiri, saya dan suamipun kian bingung. Untung juga ari - ari si kembar cuma satu, kalau nggak bingungnya dobel deh.

Ada yang nyaranin supaya ari-arinya dilarung ke laut, tetapi banyak yang keberatan.."anak cewek kok dilarung ke laut..jangan, nanti miber ke seberang laut" begitu kata neneknya.

Ada yang bilang kalau sang ayah yang harus mencuci tali pusarnya lalu sang ayah juga yang mesti mengubur ari - arinya. Masalahnya, suami saya termasuk orang yang "takut" ama darah. Kalau ngeliat darah dia langsung lemas. Bisa runyam nanti kalo dipaksain.

Mama akhirnya memberikan solusi, minta tolong pada mbok yang biasa memijat mama. Kami menelepon ibu itu dan dia bersedia datang kalau waktunya tiba nanti. Semua perlengkapan juga dia yang akan menyiapkan.

Lega... ada solusi.

Kurungan dadakan
Tiba saat saya melahirkan, si mbok itupun datang membawa aneka ragam bumbu dapur, lalu ada juga jarum, buku tulis, pensil, kendi, dan lain sebagainya. Begitu saya masuk ruang operasi, si mbok mulai berdoa.

Setelah placenta diserahkan pada suami (dalam kantung kresek warna hitam) dan dibawa pulang, dibersihkan dan dirawat, tibalah saatnya untuk dikubur. Timbul masalah, si mbok lupa membawa kurungan ayam yang berfungsi untuk "melindungi" ari - ari itu. Ayahnya udah bingung, mau cari kurungan ayam dimana... mana masih mesti nemenin saya di rumah sakit pula.

Akhirnya ditemukan sisa - sisa kayu bekas meja gambar tua saya dulu. Kayu- kayu segera dirombak menjadi "kurungan" dadakan.  Penampilannya emang rada aneh tapi cukup fungsional lah.. hehehehe...

Tradisi Mengubur Tali Pusar

Tali pusar atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit.
 
Beda bangsa, daerah dan suku beda pula penanganannya terhadap keberadaan ari-ari atau plasenta yang hadir ketika persalinan terjadi. Dalam dunia pengobatan barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit, tapi mengakui adanya penanganan khusus yang diberlakukan di berbagai belahan dunia.

Diantara suku Navajo Indian barat daya, menjadi suatu kebiasaan untuk menguburkan plasenta bayi di keempat sudut kuburan keluarga yang dianggap mulia, sebagai suatu pengikat tanah leluhur dan masyarakat . Sementara suku Maori di Selandia Baru memiliki tradisi yang sama yaitu menguburkan plasenta di tanah yang masih belum tercemar. Dalam bahasa asli Maori kata untuk tanah dan plasenta tersebut adalah :whenua (baca: venua).

Suku pedalaman Bolivian Aymara dan Queche meyakini bahwa plasenta memiliki spirit tersendiri. Karenanya seorang suami harus memperlakukan plasenta tersebut dengan mencuci dan menguburkannya pada tempat yang terlindung dan tersembunyi. Jika ritual tersebut tidak dilakukan secara benar, keyakinan mereka adalah ibu atau bayi akan menjadi sakit atau bahkan mati.

Suku Ibo di Negiria dan Ghana memperlakukan plasenta sebagai kembaran dari bayi yang hidup, sementara plasenta tersebut adalah kembaran yang mati. Sehingga harus dikuburkan dengan ritual tertentu. Lain lagi di Filipina, plasenta dikuburkan dengan berbagai macam buku oleh ibunya. Ini suatu pengharapan bahwa kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang pintar . Kondisi Filipina ternyata tidak berbeda jauh dengan beberapa masyarakat yang ada di Indonesia, dimana mereka menguburkan plasenta dilengkapi dengan buku, pensil dengan maksud agar kelak anak yang dilahirkan tersebut menjadi anak yang pintar.

Ironis lagi di Vietnam dan China plasenta disiapkan untuk dikonsumsi oleh ibu yang habis melahirkan. Masyarakat china dan Vietnam mempercayai, bahwa ibu yang baru melahirkan seharusnya merebus sendiri plasenta bayinya, kemudian dijadikan kaldu dan meminumnya untuk memperbaiki kualitas ASI nya.

Sementara di nusantara Indonesia, Ari-ari atau plasenta sering dianggap sebagai saudara bayi yang memeliharanya selama kehamilan berlangsung, bahkan tidak jarang plasenta mendapat perhatian khusus sesuai dengan adat kebiasaaan masyarakat yang berlaku. Sebagian masyarakat memperlakukan plasenta (ari-ari) dengan tatalaksana khusus, sebagai ungkapan terimakasih karena telah memelihara bayi sampai cukup bulan serta lahir ke dunia.


Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.

Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.

Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.

 
sumber : http://bidanshop.blogspot.com/2010/01/penghormatan-terhadap-plasenta-di.html 


Rabu, 07 November 2012

For Sale : Perlengkapan Bayi Ex Kado

Mau jual barang - barang ex kado. Semuanya masih baru dan masih rapi tersimpan dalam kemasan originalnya. Harga yang tercantum belum termasuk ongkos kirim ya. Kalau ada yang minat sms ke 0838 3040 1991 ya...

Crown Baby Care
Electric Steam Sterilizer
- Sterilizer uap untuk 3 botol ( botol tidak termasuk dalam   dus)
- Mensterilkan dalam waktu 9 menit
- Menjaga isi di dalamnya tetap steril dalam waktu 8 jam
- Mensteril dengan metode penguapan, dimana lebih cepat  dibanding metode konvensional dengan cara merebus botol dalam panci.

Spesifikasi:
- Daya : 350 watt
- Tegangan : 220-240 V
- Frekuensi : 50Hz
- Berat pengiriman : 4kg

Rp 105.000,-    SOLD



Nishikawa Feeding Set
warna pink

Rp 20.000,-










                Nishikawa Feeding Set
                warna biru

                Rp 20.000,-

  

PumPee
Stainless Baby Bottle Warmer
untuk 1 botol

This Pumpee Bottle Warmer will keep baby’s food and bottles warm.
The quick steam warning system heats food and milk evenly.
It can be used for all size bottles or jars.


Rp 65.000,-









Lusty Bunny
Feeding Set
mangkuk bertutup dan sendok garpu

Rp 25.000,-










Chicco
Step Up Family Sterilizer
isi 6

Rp 400.000,-   SOLD

Chicco Step Up Family Electric Sterilizer

SHIPPING WEIGHT : 4 KG (Volume)

Description :

The SterilNatural electric steriliser exploits the properties of steam to quickly and naturally disinfect and sterilise all the objects a child uses (feeding bottles, teats, soothers, toys etc. .. that can be hot sterilised). It is practical, compact, highly functional and compatible for all Chicco feeding bottles (from the Well-Being and Step Up feeding bottle lines). Suitable for all Chicco Well-being and Step Up feeding bottles. Disinfects in 5 minutes. 8 hours of sterilisation, if the lid is not removed
Racks suitable for use with all Chicco feeding bottle lines.
Safe: automatic switch off function


Tas kain
dilengkapi dengan gabus untuk menjaga botol tetap hangat

Rp 20.000,-    SOLD












Fashion Set warna pink
terdiri dari sepasang sepatu, topi, dan tas cantik

Rp 35.000,-       SOLD










 



Fashion Set warna kuning
terdiri dari sepasang sepatu, topi, dan tas cantik

Rp 35.000,-    SOLD

Sleeping Set motif angry bird
terdiri dari matras tipis, 2 guling, 1 bantal

Rp 50.000