Selasa, 12 November 2013

Batu Getaway

Rencana untuk membawa CJ pergi liburan akhirnya terealisasi. Mengingat ini baru pertama kalinya CJ pergi liburan ke luar kota, akhirnya kami memutuskan untuk memilih lokasi yang dekat saja, Batu-Malang. Secara budget, Batu ok banget buat ortu pelit macam saya & Danny. Tanggal keberangkatanpun ditetapkan. Kami sengaja pilih weekdays ( walau ini berarti saya & Danny kudu cuti ) karena beberapa pertimbangan. Saya pikir objek wisata yang hendak kami kunjungi pastinya akan less crowded waktu weekdays, plus harga tiket weekdays juga lebih murah.

The Cheap Villa
First thing first, tempat menginap. Pilihan pertama jatuh pada villa di daerah Jatim Park 2. Sayang vila tersebut udah fully booked. Saya mengugel sana sini dan menemukan villa lain di daerah kebun agro ( villanya berslogan "murah tapi bukan murahan" ).  Dari foto - foto yang dipasang sih villanya oke sekali dan fasilitas yang disediakan juga super. Harga sewanya semalam hanya Rp 350.000,-. untuk 3 kamar, dapur, dan aneka ragam fasilitas lainnya. Wah...it's almost too good to be true nih... Saya menelepon pemilik dan membayar DP untuk 2 malam sebesar Rp 200.000,-. Kekurangan harga sewa sejumlah 500rb saya transfer 2 hari sebelum hari H.

Dibantu GPS, kami berhasil menemukan lokasi si vila murah. Dalam perjalanan menuju si vila murah, si Danny udah ngomel.. " kok daerahnya begini sih..". Akhirnya sampailah kami di depan pagar sebuah rumah yang agak...ehem... butuh renovasi ( yeah.. that's the word ). Karena kami bepergian bersama keluarga besar, kami pake 2 mobil. Garasi vila hanya bisa menampung 1 mobil. Lha mobil satunya diparkir dimana? 

Kamipun dibawa masuk ke dalam vila. Kami diberikan kamar di atas, tangganya sangat curam. Bener - bener nggak cocok kalau bawa orang tua atau anak kecil ( kami bawa CJ dan papa saya yang sudah tua ). Di atas kamarnya hanya ada 2. Sedangkan yang lain digelarkan kasur di teras. Kebayangkan kota Batu kalo malam hari dinginnya gimana, masa kami disuru tidur di teras. "Lha, kamar yang ketiga mana, mbak?", tanya saya ke si mbak penjaga vila. Ternyata kamar satunya lagi ada di bawah dan kumuhnya amit - amit. Kamar mandinya diiklankan ada 2 dan ada air panasnya. Ternyata kamar mandinya hanya 1 yang pake air panas, dan letaknya di bawah. Jadi kalau mau pake air panas harus naik turun tangga curam itu dulu. Omigod... even for 350rb semalam this doesn't make sense. Sayapun bete. 

Saya dan Danny mengambil keputusan cepat, udah.. pindah hotel aja( uang DP tidak dikembalikan oleh mbak vila murah, tapi sisa uang sewa sebesar 500rb masih dikembalikan ). Kamipun luntang - luntung cari hotel yang mampu menampung 8 orang dan 2 bebi dengan harga wajar dan tidak gila - gilaan tentunya.

Atas saran teman, kami mampir ke Hotel Batu Paradise. Hotelnya bagus dan kamarnya besar ( 2 ranjang king size, masih ada kursi malas di teras ), sayang kamar hanya bisa disewa untuk 1 malam, padahal kami pengennya 2 malam. Si resepsionis Batu Paradise yang baik hati akhirnya meneleponkan hotel lain yang masih 1 management, Batu Wonderland. Di Batu Wonderland ada 2 kamar yang available untuk 2 malam. Langsung kami beriringan menuju Batu Wonderland.

Sesampainya disana, Papa merasa kurang sreg karena memang Batu Wonderland ini juga merupakan water park, jadi agak ribut. Kamarnyapun tidak sebesar Batu Paradise. Menimbang hal ini, akhirnya kami kembali ke Batu Paradise dan menginap hanya 1 malam saja disana.

CJ senang sekali disana, mereka main air dan sarapan di gazebo hehehe...  Untuk harga segitu, kami sangat puas dengan Batu Paradise.

Karena kamar hanya bisa disewa untuk 1 malam, esoknya kami harus pulang ke Surabaya. Saya masih enggan kembali ( saya kadung cuti 3 hari nih...masak nggak kepake hehehe ), CJ juga kayaknya masih belum puas main. Tiba - tiba mama saya nyeletuk, "Coba mama telepon teman mama. Kalau tidak salah ingat, dia punya hotel di Batu..siapa tau masih ada kamar kosong di hotelnya." Tiga kamar kosong tersedia, dan semuanya diberikan kepada kami secara cuma - cuma alias gratis ..tis..tis... Bahkan untuk extra bed dan makanan, si teman mama saya ini menolak mati - matian untuk dibayar. Senyum Dannypun berkembang kian lebar hehehe..

Hotelnya udah agak tua, tapi bersih dan oke. Mengingat kami nggak perlu keluar duit sedikitpun untuk menginap disini, we have nothing to complain about. Bersyukur pada Tuhan karena tiba - tiba ada budget lebih untuk belanja hehehe.

Batu Secret Zoo dan Museum Satwa
CJ and the Nannies
Hari pertama di Batu, kami langsung mengunjungi BSZ dan Museum Satwa. Harga tiket terusan weekdaysnya 65rb dan tiketnya berupa gelang kertas. Baby free of charge. CJ langsung jeles karena mereka nggak dapat gelang. CJ terus menerus menunjuk - nunjuk gelang saya dan gelang baby sitternya.


CJ cukup menikmati jalan - jalan panjang mereka dengan stroller di BSZ. Celine terutama sangat suka melihat hewan - hewannya.
Celine sibuk tunjuk - tunjuk barang di gift shop


Jessie sempet belanja sendiri di toko suvenir. Dia memilih boneka semangka kecil. Boneka yang dia pilih itu jelek banget, matanya copot satu dan peyot, tapi Jessie suka sekali ama boneka itu. Dikasih boneka lain yang lebih bagus dia nggak mau (sampai sekarang si semangka peyot itu jadi teman tidurnya).
Celine seperti biasa, sibuk memilih jepit rambut ;-)

Mengingat Museum Satwa dan BSZ itu guedeeee dan kami mesti banyak berjalan ( CJ sih udah


duduk manis di stroller masing - masing ), diputuskan untuk menyewa ebike untuk papa saya. Papa pertamanya jual mahal dan menolak ebikenya, tapi setelah berjalan selama hampir 1 jam di museum satwa, papa mengalah dan mau disewakan ebike. Pada akhirnya dia malah menikmati ebikenya hehehe.

Binatang favorit papanya CJ
Sesuai dengan rencana awal, papa dan mama saya meninggalkan BSZ lebih awal karena mereka harus pay their final respect to a relative that has passed away baru - baru ini. Seorang petugas BSZ yang baik hati mengantarkan mereka ke pintu keluar. Saya, Danny, kakak saya, CJ, and the babysitters lanjut jalan - jalan di BSZ. Danny langsung mengambil alih ebike papa dan heboh nyobain ebike.

Saat melihat jam, tak terasa udah jam 2 siang... pantas lapar... kamipun mencari food court. Sesampainya di food court bingung cari makanan buat CJ. Semua pada goreng - gorengan. Akhirnya menemukan counter bakso. Jadilah CJ makan nasi dan bakso, untung mereka mau.

Tak terasa mama mulai menelepon, memberi tahu kalau dia sudah kembali dari Malang dan sudah menunggu di lapangan parkir.


Eco Green Park (EGP)
Jessie kenyang setelah makan siang
Saya tahu keberadaan EGP ini dari salah satu bule teman kerja saya, malu nggak sih.. saya yang orang Indo malah nggak tahu hehehe...

Eco Green Park terletak di jalan Oro-Oro Ombo No. 9A Kota Batu, yang berada 1 kompleks dengan Jawa Timur Park 2.

EGP - One word, puanasssss.

Celine naik Timmy
Kami mengunjungi Eco Green Park pada hari Jumat, jadi harga tiket termasuk tiket wiken.Belum ada 5 menit di Eco Green Park, Jessie pup. Panik mencari toilet yang ada baby roomnya, tapi tidak ketemu. Terpaksa Jessiepun digantiin pampers di salah satu gazebo di dekat pintu masuk ;-p.


EGP ini nggak sebesar BSZ, dan binatangnyapun kebanyakan burung. Asyiknya foto ama hewan disini masih free of charge alias gratis. Di BSZ foto bersama hewan dikenai Rp 5000,- .


Di EGP ini juga ada wahana - wahana menarik yang semuanya bisa dicoba gratis hehehe... ( another plus point for me ^^).


Jessie & Papa di EGP






Waroeng Bamboe (WB)
The Kois
Baca - baca reviewnya yang luar biasa, kami jadi tertarik untuk mengunjungi si Waroeng Bamboe ini. Dengan semangat 45, kami pagi - pagi udah berangkat ke lokasi. Ternyata WBnya belum buka, tapi kami tetap dipersilahkan kami masuk, duduk - duduk di lesehan, dan bermain dengan ikan - ikan koinya.

Ikan koinya jinak. Kami dengan bebas bisa memasukkan kaki dan tangan kami ke dalam kolam untuk bermain dengan mereka. Airnyapun jernih dan sejuk banget suasananya.

WB menjual plastik - plastik kecil pakan ikan, harganyapun nggak mahal. Melihat papa & mamanya sibuk kasih makan ikan, CJpun kepengen mencoba. Mereka demen banget kasih makan ikan, sampe lupa buka mulut untuk makan makanan
mereka sendiri.

Fish Feeding
















Rabu, 21 Agustus 2013

REUNI para TWINS


Saat CJ berada di NICU dahulu, ada 3 pasang anak kembar lain yang menjadi roommate mereka. Anak – anak itu umumnya memiliki problem yang sama dengan CJ; dilahirkan prematur dan underweight.

Perasaan senasib sepenanggungan akhirnya menjadikan kami para ortu menjadi akrab, apalagi kami juga bertemu tiap pagi dan sore untuk menyusui atau melakukan KM(F)C ( Kangaroo Mother/Father Care ).

Sebelum berpisah dulu kami semua sempat berjanji untuk keep in touch dan reunian saat usia anak – anak 1 tahun.
Agustus ini semuanya genap 1 tahun. v  Waktu reunipun tiba. Kami sepakat untuk ketemuan di Ciputra World karena kami merasa mall satu ini sangat baby friendly; bebas rokok, baby roomnya bersih, eskalatornya lebar ( ideal buat stroller kembar ), dan akses lift-pun mudah.

Sayang Mbak Lies, mama dari salah satu bayi kembar nggak bisa dihubungin.

Super salut buat mamanya Ken & Lex yang ternyata merawat si kembar sendirian tanpa bantuan mertua, baby sitter, atau siapapun. Luar biasa !! Mama hebat satu ini juga rela melepas perkerjaan dan mendedikasikan hari – harinya untuk si kembar Lex & Ken.

Mama dan Papanya Caca-Bela juga sangat telaten meladeni Caca-Bela. Mereka udah mulai belajar berjalan, jadi banyak gerak – geriknya. Saat berbuka puasapun papa dan mamanya Caca-Bela kudu bergantian karena Caca-Bela sibuk bergerak kesana kemari. Salut deh.



Our First Birthday ^^

Ultah CJ sebenarnya jatuh pada tanggal 11, tapi kita baru merayakannya pas tanggal 17 Agustus ( nasionalis sekaleee ). Alasannya simple. Tanggal 11 tuh masih deket banget ama lebaran, para asisten rumah tangga masih pada mudik dan para undangan masih pada liburan. Akhirnya saya & Danny sepakat kalo perayaan ultah CJ ditunda aja tanggal 17.

Dari awal kita juga udah sepakat kalo ultah CJ akan dirayakan secara sederhana aja di rumah.



1. The Theme
Tema pesta tak lain dan tak bukan adalah  Hello Kitty. Nggak tau kenapa pernak - pernik Hello Kitty si kembar banyak sekali. Sepertinya Hello Kitty fetish ini dimulai saat si Jessie dengan pedenya mengambil boneka Hello Kitty di rak Hypermart SPI dan nangis keras - keras waktu bonekanya dikembalikan ke rak. Tiap liat boneka Hello Kitty atau bahkan kotak tisu kertas yang bergambar Hello Kitty, Jessie pasti main tunjuk sambil bilang "uuu...itu..". Dan terjadilah Hello Kitty fetish yang dimotori oleh mama saya dan baby sitternya Jessie. 

Pas lagi jalan - jalan ke mall ama emaknya, tiap kali Jessie tunjuk - tunjuk pernik HK di toko, pastilah emaknya ketawa - ketawa.. dan langsung dibelikan. Tinggalah saya dan Danny yang geleng - geleng kepala.

Ehem... kembali ke ultah 1 th CJ...

2. The Food
Tema sudah diputuskan, agenda berikutnya adalah makanan. Well, mama saya alias emaknya CJ udah menyanggupi mau masak sendiri untuk pesta ultah CJ. Jadi satu masalahpun terselesaikan. 

Makanan hasil kolaborasi Emaknya CJ, Omanya CJ, dan Oma Nonik

Kebetulan kita punya tiered tray warna pink, jadi dipakailah baki itu untuk tempat cemilan murah meriah enak ... si donat kentang... 

si donat kentang

3. The Birthday Cake(s)

HK Ombre Cake by Precious
Berikutnya adalah kue ulang tahun. Busyet... selama ini saya nggak pernah secara detil merhatiin jenis - jenis kue ultah dan hiasannya. Ternyata pesen kue ultah aja ribet tenan. Fondant, butter-cream, carving cake, lapis surabaya, sponge cake... pusing deh...

Mulai dari harga yang gila - gilaan sampe rasa kue yang nggak jelas, malah ada yang kuenya agak apek ( mana penjualnya judesnya minta ampun ). Saya dah mulai putus asa dan berniat untuk pesen kue di the Harvest aja. Dannypun protes, kan nggak lucu nanti kuenya ..nggak pink pula. 

HK Birthday Cake by Jelly Cake


Sempet ngobrol dengan seorang temen yang ultah anaknya pas sehari setelah CJ, kamipun memutuskan untuk mencoba nanya - nanya di Jelly Cake. Saya baru nyadar kalau dulu pas wedding, saya & Danny pake kuenya Ce Jelly juga. Sumpah bukan ngiklan, langsung sreg.. Ce Jellynya super ramah, kuenya oke, harganya juga nggak bikin sesak nafas hehehe..

Super puas dengan hasilnya. Ce Jelly super recommended deh...







4. The Decoration
Awal cerita, saya udah bikin pompom dari kertas krep, meniru dekorasi bule - bule di internet nih ceritanya. Hasilnya bagus juga benernya ( memuji diri sendiri ), buktinya Danny ndak protes hehehe... tapi setelah dipasang kesannya jadi penuh banget, akhirnya dengan berat hati kami putuskan kalo si pompom akan dipake di kesempatan yang lain aja. 
Buat yang pengen bikin pompom, bisa liat video ini di link ini.

http://www.youtube.com/watch?v=9u1PA_FI79U

Kepikiran untuk bikin birthday banner buat ditempel di tembok, mulailah saya meng-gugel free banner template. Situs ini jadi favorit 
http://www.andersruff.com/custom-printable-parties/diy/free-printable-happy-birthday-banner/

Birthday bannernya saya modif dikit ( dikasih gambar - gambar HK ).

Banner dadakan

 5. The Party Favor
Dari awal sih saya udah pengen kasih cangkir, nggak tau napa. Jessie punya HK fetish, mamanya punya cangkir fetish kali... Pengennya sih kasih perlengkapan ala "afternoon tea" gitu. Ada cangkir, ada biskuit, ada permen jeli, ada gula ( ada semut), dan ada kertas kecil bertuliskan manfaat teh bagi kesehatan.

Semuanya dimasukin ke kotak kue dan dibungkus pake kain tile pink ( paket hemat t ).
biskuit masa lalu
Mug untuk Party Favor
Penampakan hasil akhir Party Favor alias Suvenir


6. The Dress(es)
Mertua udah volunteer dari jaoh - jaoh hari untuk bikinin baju. Kurang 3 minggu dari hari H, tiba - tiba mama mertua jatuh. Kakinya sakit dan harus menjalani fisioterapi. Walo dalam keadaan tertatih - tatih dan sudah diwajibkan untuk banyak istirahat, dia tetap ngotot membuatkan baju buat CJ. Nggak tanggung - tanggung mama mertua menjahitkan 2 set baju untuk tiap anak.
Thank you, mama mertua. GE


7. The Birthday Girls

 Para birthday girls pada baru bangun tidur, belum mandi, 
dan kemungkinan besar lagi ngemut snack pagi


 8. The Family Pictures

tiup lilinnya...

potong kue

 9. The Birthday Presents
CJ dapat banyak banget hadiah, mulai dari angpao sampe walker. Bahkan pembantu tetangga juga kasih kado buat CJ. Ternyata di kompleks sini CJ cukup populer juga hehehe... Terima kasih banyak ya... Sayang karena terlalu excited mama dan papanya lupa motret waktu CJ buka kado. 

So far Celine suka banget ama boneka bayi ini. Kita nggak merasa pernah ngajarin dia, eh tiba - tiba dia bisa meluk - meluk si boneka bayi yang pake pita. Kalau Danny bilang, " Ayo, adiknya disayang..", si Celine bisa nyium bonekanya dan ditempelin ke pipinya dia.

Kalo si Jessie suka banget ama kuda - kudaan plastik dari Auntie Fenny. Padahal awalnya dia takut tuh. Sekarang tiap liat si kuda, pasti dia nunjuk - nunjuk minta naik.


mirip ya ama Celine - Jessie...
Jessie naik kuda
 Dan begitulah akhirnya selesai perayaan ultah pertamanya CJ.Puji Tuhan semuanya lancar.
Segera setelah acara buka kado selesai, CJ langsung bobok. Kecapekan.




Pool Day


Beberapa waktu yang lalu setelah CJ genap 10 bulan, kami tiba - tiba pengen ajak mereka berenang di kolam renang beneran; kolam karet mereka udah semakin sempit kalo dipake berdua.

Jauh - jauh hari Danny udah beli ban karet ( yang ada dudukannya ) untuk CJ, dan udah dia pompa sekalian - siap untuk dipakai.

Akhirnya pada suatu hari Minggu yang cerah, berangkatlah kami ke kolam renang salah satu hotel di deket rumah. Kebetulan karena saya dan Danny member disana, CJ boleh berenang free.

Saya pikir setelah berenang, CJ akan diajak pulang & mandi di rumah. Ternyata Danny pengen ajak CJ pergi ke rumah omanya setelah berenang. Jadi kalo pake pulang dulu untuk mandi, pastinya nggak praktis dan makan waktu.

Persiapannya banyak juga, mulai dari baju renang, ban karet, handuk renang, handuk mandi, peralatan mandi, sun block, makanan, susu, mainan karet untuk di kolam nanti, kamera, dan ... ini nih.. yang bikin malu... bak mandi bayi ukuran kecil. Ceritanya kami emang niat mau ajak baby sitternya CJ dan si baby sitter ini ngotot kalo bak mandi kecil itu kudu ikut karena kamar mandi di hotel pastinya pake shower, nanti susah mandiin CJ kalau tanpa bak itu. Akhirnya si bakpun ikut. Alhasil bagasi mobilpun full dengan barang - barang CJ.


Jessie sedikit cemberut dan menggigil
Kami akhirnya berangkat jam 8.30 pagi dan sampai di hotel jam 8.45. CJ langsung excited begitu liat air. Pertama - tama Celine yang diturunkan ke air. Dia ketawa - tawa sambil menggigil. Walau menggigil, tapi Celine menolak diangkat dari air. Dia malah menendang - nendang air dan berusaha bergerak ke tengah kolam.

Jessie langsung cemberut & menggigil waktu diturunkan ke air. Setelah beberapa menit, dia mulai asyik bermain dengan ban karet dan bebek karetnya.






Rabu, 03 Juli 2013

Sup Krim Jamur

Sup Krim Jamur ala mamanya CJ
Bangun telat... tidakkk...belum masak pula untuk CJ. Kayaknya udah nggak keburu nih kalo mau ngetim bubur. Panik mode on.

Berusaha menenangkan diri, kemudian teringat beberapa hari yang lalu pernah browsing dan baca resep sup krim.

Kebetulan ada jamur champignon segar di kulkas. Lalu buka freezer ternyata ada stock kaldu ayam beku. sippp... saya memutuskan untuk bikin sup krim jamur aja.

Karena resep persisnya juga udah lupa, apalagi takaran - takarannya, resep ini murni hasil modif dan kira - kira hehehe..

Sup Krim Jamur ala Mama CJ, 9m+

Bahan :
1/4 Bawang bombay, cincang halus
Jamur Champignon segar ( di kulkas sisa 4 buah, jadi saya pakai semua )
± 4 sdm susu UHT ( saya pake ultra )
2 sdm bubuk oatmeal ( saya pake quacker merah, lalu saya blender )
unsalted butter untuk menumis
kaldu ayam secukupnya
air secukupnya
sedikit keju parut untuk taburan
sedikit daun bawang untuk tabura, bila suka
pala, bila suka

penampakan hand blender "Braun"
Cara Membuat :
1. Lelehkan butter, tumis bombay hingga harum. Masukkan jamur, tumis sebentar.
2. Tambahkan kaldu dan air. Aduk rata.Biarkan sampe mendidih.
3. Masukkan susu UHT. Aduk sampe mendidih lagi.
4. Masukkan bubuk oatmeal yang sudah dicairkan dengan air. Aduk lagi sampai rata.
5. Matikan api. Tambahkan keju parut. Aduk lagi.
6. Masukkan semuanya ke dalam food processor ( saya pake hand blender ), giling sampai halus. Masukin ke mangkuk saji, taburin sedikit daun bawang. Jadi deh...






Repotnya MPASI

Tak terasa udah hampir 5 bulan si kembar CJ diberi MPASI. Walaupun kadang masih kebobolan dikasih bubur instant / biskuit bayi siap beli, tapi so far sih so good ( tepuk-tepuk pundak sendiri...hehehe ).

Berawal dari usia 6 bulan dulu, CJ diberi aneka ragam bubur beras dan puree buah. Beberapa jenis makanan, seperti telur dan tomat sempat menimbulkan reaksi. Telur sempet bikin kulit si Celine berbisul - bisul kecil dan tomat sempet bikin kulit Jessie berbercak - bercak merah.
Membaca dari beberapa blog, yang menyarankan agar jangan buru - buru "menjudge" anak alergi dengan bahan makanan tertentu, saya menunggu 2 bulan dan mencoba memberikan bahan makanan yang sama. Kuning telur saya cobakan lagi saat mereka berumur 9 bulan, tidak ada masalah. Tomat saya coba lagi saat mereka berumur 10 bulan, juga tidak ada masalah hingga sekarang.
Mungkin saat itu pencernaan mereka belum siap.

Memasuki bulan ke 11, CJ masih susah makan yang dicacah agak kasar. Mungkin karena gigi Celine baru 2 dan gigi Jessie baru mulai tumbuh.

Terinspirasi ( mencontek maksudnya nih... ) para anggota milis MPASI Rumahan, CJpun saya bikinin menu mingguan, lengkap dari makan pagi - siang - sore plus snack. Ribet.com emang, tapi demi anak... demi anak...

Pagi ini kebetulan CJ makan sup krim jamur ( resep menyusul di postingan berikutnya ). Bikinnya gampang dan cepat, cocok untuk mama yang hobi telat bangun seperti saya. Puji Tuhan CJ cukup lahap. Walau emang setelah abis separuh mangkok, mereka mulai ngemut.

Kebetulan ART kami lagi mudik, jadi sisa sup CJ saya tambahin garam, merica, gula, dan sedikit kecap asin. Terus saya kasih deh ke papanya CJ buat sarapan. Si papa nggak komplein tuh, berarti rasanya cukup ok hehehehe...



Senin, 22 April 2013

Exanthema Subitum

Exan apa, dok?
Bengong... dokter ini ngomong bahasa planet apa pula...

Sejak hari Rabu siang Jessie badannya panas, rewel, muntah - muntah dan ( ini nih yang bikin saya takut ) ubun - ubunnya jadi agak timbul. Segera deh sorenya kami bawa Jessie ke dokter.
Dokter SPAnya bilang kalau ini demam biasa, mau flu. Diberikanlah Jessie obat penurun panas dan obat flu dengan pesan kalau sampai hari Sabtu demamnya nggak turun, Jessie harus periksa darah.

Hari Jumat demam Jessie masih tetap ada, papanya dan omanya mulai cemas. Akhirnya pagi - pagi, dibawalah Jessie ke dokter. Si dokter SPA malah marah, "saya kan sudah bilang hari Sabtu, dibawa pulang saja dulu. Tunggu sampai besok."

Pada hari Sabtu pagi, demam Jessie hilang. Mamanyapun lega. Menjelang jam 9 pagi, timbul bintik - bintik merah di kepala, muka, dan leher Jessie. Ah paling cuma biang keringat, begitu pikir saya.
Menjelang jam 10 pagi, bentolnya kian banyak... bahkan punggungnya pun mulai berbentol - bentol ( mulai panik !! ). Segera diambil keputusan untuk membawa Jessie kembali ke dokter SPA.

Menyadari kalau udah hampir jam 11 pagi, di hari Sabtu pula..jangan - jangan praktek dokter SPAnya udah tutup. Setengah ngebut ke rumah sakit tempat si dokter praktek. Ternyata benar, si dokter SPA udah pulang dan kebetulan saat itu di poliklinik RS itu tidak ada dokter SPA lain ( kian panik !! ). Kami disarankan untuk mencoba poli dokter umum. Karena lagi panik, akhirnya kami setuju saja. Ternyata poli dokter umumpun sudah tutup ( tidakkkk !!! ).

Sayapun usul pada suami untuk membawa Jessie ke UGD. Di UGD Jessiepun segera ditangani. Dokter yang menangani Jessie menjelaskan bahwa kondisi Jessie baik - baik saja, tetapi untuk amannya Jessie akan dites darah.

Sungguh tidak tega melihat bayi sekecil Jessie dibaringkan di matras, ditahan oleh 3 perawat besar - besar untuk ditusuk dan diambil darahnya. Hasil tes darah Jessie menunjukkan bahwa trombositnya turun. Dokter UGD berkata ini bukan demam berdarah karena walau trombositnya turun tetapi darah putihnya baik - baik saja. Dokter itu menyarankan supaya Jessie di-tes darah lagi di hari minggu.

Hari minggu pagi, kamipun sudah siap di UGD rumah sakit tersebut. Jessie kecil sudah menangis histeris waktu memasuki UGD. Kebetulan UGD hari itu sangat sibuk karena pasien sangat banyak, bahkan beberapa pasien terpaksa ditangani di ruang tunggu. Akhirnya Jessiepun dikirim langsung ke lab RS. Lab RS itu sungguh tidak ideal keadaannya untuk pengambilan sampel darah bayi. Tidak ada kursi berbantal / matras.

Jessiepun terpaksa saya pangku. Kakinya dipegangi oleh papanya. Dua petugas lab sibuk mengambil darahnya. Proses ini tidak berjalan lancar karena Jessie meronta - ronta dan menjerit - jerit.

Hasil darah Jessie bagus, trombositnya sudah kembali naik. Lha terus, bentol - bentol merahnya itu karena apa? Dokter UGD tidak bisa memberikan penjelasan yang memuaskan.

Jadinya hari Senin pagi, Jessie dibawa lagi ke poliklinik RS untuk diperiksa oleh dokter SPAnya. Tidak banyak kata, Jessiepun didiagnosa terkena Exanthema Subitum, oleh beberapa ahli juga disebut Roseola infantum. 

Dokter SPA menjelaskan bahwa penyakit ini walaupun menular tapi tidak berbahaya sama sekali. Sering kali salah disangka campak karena bentol - bentol merahnya mirip campak. Bedanya, pada campak bentol - bentolnya disertai panas; pada Exanthema, demam turun dahulu barulah bercak - bercak muncul.

Seperti biasa, dokter SPA ini pelit obat ( karena itu saya sreg banget ama dokter SPA ini. Dia gak gampang kasih obat. Kalaupun dikasih biasanya yang ringan. ) dan Jessiepun dipulangkan tanpa obat. Hanya disarankan untuk rajin mandi, mestinya dalam 3 hari sudah bersih bercaknya.

Ajaibnyaaaaa... sore harinya hampir semua bercaknya udah ilang. Tinggal sedikit di pipi dan leher. sigh... mungkin Jessie cuma kangen ama dokter SPAnya hehehe...

Untuk informasi lebih tentang Exanthema Subitum, klik http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/gizi+dan+kesehatan/Bayi/apa.itu.roseola.infantum/001/001/1115/36/3