Rabu, 21 November 2012

Ari - ari oh ari - ari

Semasa saya hamil tua dulu, mama dan mertua sudah sering mengingatkan masalah "penanganan" tali pusar atau ari - ari si kembar. Saya sih sudah pasrah.. nggak ngerti adatnya sama sekali. Begitu banyak informasi datang dari kanan dan kiri, saya dan suamipun kian bingung. Untung juga ari - ari si kembar cuma satu, kalau nggak bingungnya dobel deh.

Ada yang nyaranin supaya ari-arinya dilarung ke laut, tetapi banyak yang keberatan.."anak cewek kok dilarung ke laut..jangan, nanti miber ke seberang laut" begitu kata neneknya.

Ada yang bilang kalau sang ayah yang harus mencuci tali pusarnya lalu sang ayah juga yang mesti mengubur ari - arinya. Masalahnya, suami saya termasuk orang yang "takut" ama darah. Kalau ngeliat darah dia langsung lemas. Bisa runyam nanti kalo dipaksain.

Mama akhirnya memberikan solusi, minta tolong pada mbok yang biasa memijat mama. Kami menelepon ibu itu dan dia bersedia datang kalau waktunya tiba nanti. Semua perlengkapan juga dia yang akan menyiapkan.

Lega... ada solusi.

Kurungan dadakan
Tiba saat saya melahirkan, si mbok itupun datang membawa aneka ragam bumbu dapur, lalu ada juga jarum, buku tulis, pensil, kendi, dan lain sebagainya. Begitu saya masuk ruang operasi, si mbok mulai berdoa.

Setelah placenta diserahkan pada suami (dalam kantung kresek warna hitam) dan dibawa pulang, dibersihkan dan dirawat, tibalah saatnya untuk dikubur. Timbul masalah, si mbok lupa membawa kurungan ayam yang berfungsi untuk "melindungi" ari - ari itu. Ayahnya udah bingung, mau cari kurungan ayam dimana... mana masih mesti nemenin saya di rumah sakit pula.

Akhirnya ditemukan sisa - sisa kayu bekas meja gambar tua saya dulu. Kayu- kayu segera dirombak menjadi "kurungan" dadakan.  Penampilannya emang rada aneh tapi cukup fungsional lah.. hehehehe...

Tradisi Mengubur Tali Pusar

Tali pusar atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan saluran kehidupan karena saluran inilah yang selama 9 bulan 10 hari menyuplai zat-zat gizi dan oksigen ke janin. Tetapi begitu bayi lahir, saluran ini sudah tak diperlukan lagi sehingga harus dipotong dan diikat atau dijepit.
 
Beda bangsa, daerah dan suku beda pula penanganannya terhadap keberadaan ari-ari atau plasenta yang hadir ketika persalinan terjadi. Dalam dunia pengobatan barat, plasenta dianggap tidak lebih dari sekedar buangan rumah sakit, tapi mengakui adanya penanganan khusus yang diberlakukan di berbagai belahan dunia.

Diantara suku Navajo Indian barat daya, menjadi suatu kebiasaan untuk menguburkan plasenta bayi di keempat sudut kuburan keluarga yang dianggap mulia, sebagai suatu pengikat tanah leluhur dan masyarakat . Sementara suku Maori di Selandia Baru memiliki tradisi yang sama yaitu menguburkan plasenta di tanah yang masih belum tercemar. Dalam bahasa asli Maori kata untuk tanah dan plasenta tersebut adalah :whenua (baca: venua).

Suku pedalaman Bolivian Aymara dan Queche meyakini bahwa plasenta memiliki spirit tersendiri. Karenanya seorang suami harus memperlakukan plasenta tersebut dengan mencuci dan menguburkannya pada tempat yang terlindung dan tersembunyi. Jika ritual tersebut tidak dilakukan secara benar, keyakinan mereka adalah ibu atau bayi akan menjadi sakit atau bahkan mati.

Suku Ibo di Negiria dan Ghana memperlakukan plasenta sebagai kembaran dari bayi yang hidup, sementara plasenta tersebut adalah kembaran yang mati. Sehingga harus dikuburkan dengan ritual tertentu. Lain lagi di Filipina, plasenta dikuburkan dengan berbagai macam buku oleh ibunya. Ini suatu pengharapan bahwa kelak bayinya akan tumbuh menjadi anak yang pintar . Kondisi Filipina ternyata tidak berbeda jauh dengan beberapa masyarakat yang ada di Indonesia, dimana mereka menguburkan plasenta dilengkapi dengan buku, pensil dengan maksud agar kelak anak yang dilahirkan tersebut menjadi anak yang pintar.

Ironis lagi di Vietnam dan China plasenta disiapkan untuk dikonsumsi oleh ibu yang habis melahirkan. Masyarakat china dan Vietnam mempercayai, bahwa ibu yang baru melahirkan seharusnya merebus sendiri plasenta bayinya, kemudian dijadikan kaldu dan meminumnya untuk memperbaiki kualitas ASI nya.

Sementara di nusantara Indonesia, Ari-ari atau plasenta sering dianggap sebagai saudara bayi yang memeliharanya selama kehamilan berlangsung, bahkan tidak jarang plasenta mendapat perhatian khusus sesuai dengan adat kebiasaaan masyarakat yang berlaku. Sebagian masyarakat memperlakukan plasenta (ari-ari) dengan tatalaksana khusus, sebagai ungkapan terimakasih karena telah memelihara bayi sampai cukup bulan serta lahir ke dunia.


Perlakuan masyarakat Bali (beragama Hindu) terhadap ari-ari.
1. Setelah dibersihkan dimasukkan ke dalam kelapa yang telah di belah, sebagai lambang dunia dan isinya.
2. Diisi duri-duri, sehingga terhindar dari gangguan, ditambahkan rempah-rempah, dan diberi wewangian agar harum dan tidak berbau.
3. Di bungkus kain putih dan di tanam di depan rumah; sebelah kanan untuk laki-laki, sedangkan sebelah kiri untuk perempuan.
4. Selama 42 hari selalu di pasang lilin (malam hari), setiap hari ari-ari tersebut diberikan susu juga.

Perlakuan masyarakat Jawa terhadap ari-ari
1. Setelah ari-ari dibersihkan dimasukkan ke dalam kendi.
2. Di dalam kendi disertakan tulisan jawa/Abjad agar kelak nantinya bayi tersebut pandai.
3. Diberikan anget-anget dan duri sehingga pandangannya tajam.
4. Selanjutnya di tanam di depan rumah untuk bayi laki-laki selama 42 hari, dan di belakang rumah selama 36 hari untuk bayi perempuan.
5. Sebagian ada yang membuangnya ke sungai , sehingga bayi ini akan suka merantau.

Perlakuan masyarakat Nusa Tenggara Timur terhadap ari-ari
1. Ditaruh sekitar 3 bulan di atas perapian sampai kering.
2. Selanjutnya di tanam di sertai doa dan alat-tulis.

 
sumber : http://bidanshop.blogspot.com/2010/01/penghormatan-terhadap-plasenta-di.html 


Rabu, 07 November 2012

For Sale : Perlengkapan Bayi Ex Kado

Mau jual barang - barang ex kado. Semuanya masih baru dan masih rapi tersimpan dalam kemasan originalnya. Harga yang tercantum belum termasuk ongkos kirim ya. Kalau ada yang minat sms ke 0838 3040 1991 ya...

Crown Baby Care
Electric Steam Sterilizer
- Sterilizer uap untuk 3 botol ( botol tidak termasuk dalam   dus)
- Mensterilkan dalam waktu 9 menit
- Menjaga isi di dalamnya tetap steril dalam waktu 8 jam
- Mensteril dengan metode penguapan, dimana lebih cepat  dibanding metode konvensional dengan cara merebus botol dalam panci.

Spesifikasi:
- Daya : 350 watt
- Tegangan : 220-240 V
- Frekuensi : 50Hz
- Berat pengiriman : 4kg

Rp 105.000,-    SOLD



Nishikawa Feeding Set
warna pink

Rp 20.000,-










                Nishikawa Feeding Set
                warna biru

                Rp 20.000,-

  

PumPee
Stainless Baby Bottle Warmer
untuk 1 botol

This Pumpee Bottle Warmer will keep baby’s food and bottles warm.
The quick steam warning system heats food and milk evenly.
It can be used for all size bottles or jars.


Rp 65.000,-









Lusty Bunny
Feeding Set
mangkuk bertutup dan sendok garpu

Rp 25.000,-










Chicco
Step Up Family Sterilizer
isi 6

Rp 400.000,-   SOLD

Chicco Step Up Family Electric Sterilizer

SHIPPING WEIGHT : 4 KG (Volume)

Description :

The SterilNatural electric steriliser exploits the properties of steam to quickly and naturally disinfect and sterilise all the objects a child uses (feeding bottles, teats, soothers, toys etc. .. that can be hot sterilised). It is practical, compact, highly functional and compatible for all Chicco feeding bottles (from the Well-Being and Step Up feeding bottle lines). Suitable for all Chicco Well-being and Step Up feeding bottles. Disinfects in 5 minutes. 8 hours of sterilisation, if the lid is not removed
Racks suitable for use with all Chicco feeding bottle lines.
Safe: automatic switch off function


Tas kain
dilengkapi dengan gabus untuk menjaga botol tetap hangat

Rp 20.000,-    SOLD












Fashion Set warna pink
terdiri dari sepasang sepatu, topi, dan tas cantik

Rp 35.000,-       SOLD










 



Fashion Set warna kuning
terdiri dari sepasang sepatu, topi, dan tas cantik

Rp 35.000,-    SOLD

Sleeping Set motif angry bird
terdiri dari matras tipis, 2 guling, 1 bantal

Rp 50.000






Senin, 05 November 2012

Stroller Impian

Inglesina Classica
Stroller sempat menjadi sumber perdebatan sengit antara saya dan suami. Suami merasa bahwa stroller kurang perlu untuk dimiliki. Padahal saya merasa stroller merupakan aksesoris wajib, apalagi untuk mejeng ke mall ^^. Karena saya super ngotot ( pengaruh hormon hamil juga kali ya.. ), akhirnya suami mengalah juga. Kamipun sepakat untuk membeli 2 stroller terpisah. Ribet juga sih dipikir - pikir kalo beli yang twin stroller.

Dengan hati berbunga - bunga, langsung deh buka internet, cari - cari stroller idaman. Jatuh cinta ama model bugaboo merk Ignesia. Sadar kalo barangnya pasti susah didapat dan kalaupun ada harganya pasti super, stroller impian pun tetap menjadi stroller impian.

Akhirnya kami menuju ke salah satu baby shop di jalan Mayjend Sungkono untuk melihat - lihat. Suami langsung jatuh hati pada Baby Elle Infinite, harga juga dirasa cukup friendly di kantong. Saya yang merasa kalau pilihan stroller di toko itu kurang banyak, mengajak mengunjungi beberapa baby shop lagi untuk melihat - lihat.

Setelah keliling - keliling, akhirnya saya menyerah. Sepertinya memang Baby Elle Infinite yang pas dari segi model dan harga buat kami ( hati sih menjerit pengen Quinny Buzz, apa daya mampunya Baby Elle ).

Saat diputuskan untuk membeli, suami mendapat saran dari temannya untuk menunggu hingga anak - anak lahir dahulu sebelum membeli in case anak tidak cocok / tidak nyaman dengan stroller pilihan kami. Suami memutuskan untuk menuruti saran itu. 

Dua minggu setelah CJ pulang ke rumah, kami memutuskan untuk membeli strollernya. Kami menuju ke sebuah baby shop terkenal di kawasan jalan Hr. Muhammad. Ternyata stoller yang diinginkan habis. Kami harus pre order dulu. Sayapun setuju dan memesan 2 stroller Baby Elle tipe infinite warna merah. Petugas memperkirakan stroller akan datang dalam waktu 2 minggu.

Dua minggu berlalu, tidak ada kabar dari toko itu. Saya pun menelepon menanyakan stroller kami. Petugas hanya menjawab bahwa pengiriman agak terlambat dan dia tidak bisa memastikan tanggal kedatangan stroller. Tiga minggu berlalu, tetap tidak ada kabar, hati mulai geram dan mencari di toko - toko lain. Hasilnya nihil.

Setelah menunggu sebulan lebih, akhirnya saya mendapat telefon dari baby shop tersebut, mengabarkan bahwa strollernya sudah datang. Sepulang suami dari kantor, saya langsung menodong minta diantar ke baby shop itu. Pengennya sih CJ saya ajak juga untuk nyobain strollernya, tapi lagi - lagi suami menolak. Takut kena angin malam, begitu alasannya. Kamipun berangkat tanpa CJ.

Sesampainya disana, kami menuju ke lantai dua dan melihat bahwa ada sebuah stroller infinite berwarna purple di-display. Seorang petugas menghampiri kami dan menerangkan tentang keunggulan stoller itu. Sayapun bertanya, apakah ada yang berwarna merah. Petugas menjawab tidak ada. Hepi dan kege-er-an karena menyangka petugas mereserve 2 stroller warna merah pesanan saya, sayapun dengan pedenya berkata pasti ada karena saya sudah pesan dan tadi siang saya ditelpon oleh pihak toko mengabarkan kalau stroller pesanan saya sudah datang.
Stroller Baby Elle Infinite

Akhirnya petugas inipun masuk ke dalam untuk mengecek. Ternyata tidak ada stroller infinite merah, yang ada hanya warna beige dan purple. Hati mulai panas. Suami menenangkan lalu menanyakan warna mana yang stok strollernya ada 2 buah.

Usut punya usut, ternyata stroller infinite yang datang hanya 2 buah itu saja ; 1 warna purple, 1 warna beige. Itupun langsung dijadikan barang display. Lha kalo tadi ada orang yang membeli stroller itu sebelum saya, kan lucu jadinya ( mengingat kami udah pre-order sebulan lebih ).

Hati panas, mulutpun gatal ingin marah. Suami kembali menenangkan. Kedua stroller itupun akhirnya kami beli, mengingat kami sudah menunggu terlalu lama. Kecewa sih dengan pelayanan baby shop terkenal itu.

Sesampainya di rumah, CJ udah bobok. Nyobain strollerpun ditunda hingga besok pagi. Masih bete nih karena nggak dapat stroller kembar.


Keesokan harinya, melihat duo CJ yang begitu hepi didorong pake stroller, kekecewaan hatipun terobati. Yah sudahlah.. warna nggak kembarpun gpp, bagus juga kok diliat - liat hehehehe...


Celine and Jessie menikmati stroller time mereka.


Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Beli Stroller Bayi

Kereta dorong bayi atau stroller bisa memberi Anda kemudahan saat berjalan-jalan bersama si buah hati. Selain tidak perlu kesulitan untuk selalu menggendong bayi, perjalanan juga akan lebih santai dan menyenangkan.

Manfaat lain menggunakan stroller adalah bayi Anda tidak akan lelah akibat terlalu sering digendong. Ketika ia mengantuk pun, ia bisa dengan tertidur pulas di bantalan kereta dorong tersebut. Namun Anda harus cermat memilih stroller demi kenyamanan Anda maupun si bayi. Sebelum membelinya, perhatikan dulu tips memilih stroller, seperti yang dikutip dari All Women Stalk.

1. Prioritaskan Keamanan
Utamakan keamanan saat membeli stroller bayi. Sebaik apa stroller tersebut dirancang untuk kemanan dan kenyamanan bayi saat berada di atasnya. Stroller yang aman, biasanya memiliki tiga tali harness, namun sebaiknya pilih dengan lima harness untuk menjamin keamanannya.

Pastikan kursi kereta dorongnya pas dengan tubuh bayi Anda, jangan pilih yang terlalu rendah, untuk menghindari terkena debu dan kotoran dari permukaan lantai. Cek juga kelengkapan rem pada bagian roda, agar tidak membahayakan si kecil ketika hendak berhenti di satu tempat.

2. Cari Informasi Selengkap Mungkin
Selalu teliti sebelum membeli, salah satu caranya dengan mencari informasi selengkapnya tenang stroller. Internet biasanya memuat banyak informasi tentang review produk, baik itu lewat situs parenting atau forum keluarga. Pastikan bahwa stroller yang akan Anda beli sesuai dengan usia, tinggi juga berat bayi. Beberapa perusahaan peralatan bayi ternama, biasanya memiliki website yang menampilkan produk-produk mereka dan informasi detail seperti berat, ukuran dan tingkat keamanan.

3. Coba Dulu Sebelum Membeli
Anda pastinya ingin mendapatkan stroller yang terbaik untuk bayi tersayang. Untuk itu, jangan pernah membeli stroller tanpa mencobanya terlebih dulu. Lakukan 'test drive', tempatkan bayi pada stroller dan ajak berjalan-jalan di sekeliling toko. Pastikan pegangan kereta dorong tidak terlalu rendah, sehingga Anda atau suami tidak cepat lelah saat mendorongnya. Hal ini juga menghindari Anda dari sakit pinggang.

Cek juga apakah ukuran dan beratnya sesuai untuk Anda bawa-bawa. Beberapa stroller memiliki pegangan yang bisa disesuaikan tingginya dengan Anda, untuk lebih memudahkan ketika mendorongnya. Pilihlah yang rodanya dapat berputar ke segala arah dan mudah digerakkan.

4. Perhatikan Panjang, Lebar dan Tinggi Stroller
Pilihlah yang mudah dilipat dan beratnya berkisar antara 7-9 kg agar praktis disimpan dimanapun. Termasuk mudah dibawa saat Anda bepergian dengan mobil pribadi.

5. Hindari Membeli Stroller yang Banyak Material Plastiknya
Hindari stroller dengan banyak material plastik, terutama di bagian roda. Plastik cenderung lebih cepat rusak, sementara material besi atau stainless bisa digunakan hingga bertahun-tahun, bahkan bisa diturunkan untuk adik baru si kecil nantinya.

6. Beli yang Diperlukan Saja
Banyak perusahaan yang menawarkan produk stroller yang dilengkapi tempat menaruh air minum, payung, tudung hujan atau kantung penyimpan peralatan bayi. Fitur-fitur tambahan tersebut tentu akan membuat stroller lebih berat dan harganya juga lebih mahal. Jadi belilah hanya yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan si kecil.(hst/hst)
 
sumber:wolipop.com

Minggu, 04 November 2012

Bath Time

keranjang mandi
Jessie selalu menikmati waktu mandinya. Dia jarang rewel saat disabuni. Saat dimasukkan ke dalam bakpun dia selalu gembira. Celine kurang suka disabuni. Dia agak cranky saat dibasuh dengan waslap, tapi begitu dia dimasukkan ke dalam bak mandi, dia langsung menikmati. Syukurlah beranjak besar, Celine semakin menikmati bath timenya.

Celine's first bathing time at home.




Untung juga anak - anak tidak rewel kulitnya. So far sih mereka cocok - cocok aja dengan semua merk kosmetik.

Beberapa minggu yang lalu, kulit wajah mereka sempet berbintil. Ama dokternya sih suru kasih Physiogel, cuman kayaknya mereka kurang cocok. Akhirnya saya cobain dioles pake Cetaphil Moisturizing Lotion.. eh.. setelah 2 hari wajahnya jadi bersih. Sejak itu rutin deh dikasih Cetaphil.

Masalah disposable diapers juga anak - anak cukup flexible. Aneka ragam merk, mulai dari merk mahal seperti Merries, sampai yang harganya cukup bersahabat seperti Baby Happy pernah saya cobain. Mereka nggak pernah bermasalah. Sekali ruam popok muncul, itupun gara - gara mamanya teledor ; lupa gantiin diapersnya hampir semaleman.

Setelah bertanya kanan kiri, diputuskan mencoba Sebamed Care Cream. Besoknya ruam popok memudar dan lusanya sudah hilang sama sekali. Setelah ruam popoknya sembuh, saya beralih ke Sebamed Soft Cream. Sampai sekarang anak - anak nggak pernah kena ruam popok lagi, tentunya dibarengin dengan ganti diapers tiap 3 jam sekali.

Jessie's enjoying her bath time.

Banyak yang bilang " udah kasih aja disposable diapers 24 jam biar tidurnya enak, cucian juga nggak banyak". Udara Surabaya begini panas, kasihan CJ kalau terus menerus dibungkus diapers. Akhirnya saya putuskan kalau siang pake celana biasa, kalau malam baru pake diapers.
 



Holding On and Never Letting Go