Minggu, 26 Januari 2014

Virus Singapura

Flu Singapura atau yang juga disebut sebagai HMFD (Hand, Mouth, and Foot Disease) ini sangat menular dan sering terjadi selama musim kemarau. ---> si CJ  kenanya di musim hujan ^^

Biasanya HMFD menyerang anak usia 1- 4 tahun, namun terkadang juga dialami oleh anak-anak yang lebih besar.

Gejala: Diawali dengan demam sedang (di bawah 39C) selama 2 - 3 hari, yang diikuti rasa sakit pada leher dan nafsu makan berkurang. Selanjutnya, muncul sekitar 3 - 10 bintil kecil di dalam mulut yang menyerupai sariawan dan terasa nyeri. Akibatnya? Menyulitkan anak untuk menelan. Selain itu, pada telapak tangan, telapak kaki, dan terkadang di daerah bokong muncul ruam kemerahan atau bintil kecil yang tidak gatal. 

Cara penularan: Penularan virus bisa melalui udara (percikan air liur ketika bersin atau berbicara), sentuhan (cairan yang keluar dari bintil kecil pada kulit), pencernaan (sisa urin atau feses/pup yang menempel pada tangan), dan juga melalui benda lain yang terkontaminasi oleh virus. 

Cara merawatnya: Faktor utama dalam proses penyembuhan adalah istirahat dalam jumlah cukup. Pasien umumnya akan membaik dalam waktu 7 - 10 hari. Yang penting, Mama memberi makanan serta cairan dalam jumlah cukup (dan multivitamin, jika perlu) untuk menguatkan imunitas tubuh anak. Kemungkinan dokter akan memberi antiseptik untuk daerah mulut, pereda nyeri dan demam, serta antivirus.

Pencegahan: Cara termudah adalah membiasakan anak mencuci tangan setiap kali dari kamar mandi, setelah bermain, dan sebelum makan. Penyakit ini juga mudah menyerang anak-anak yang kondisi tubuhnya sedang lemah. Karenanya, pastikan anak memenuhi jadwal makan hariannya dan cukup beristirahat.

Tip untuk Mama: Waspada bila muncul gejala yang cukup berat, berupa demam tinggi yang tak kunjung turun, denyut nadi menjadi cepat, sesak napas, diare yang diikuti muntah, gejala dehidrasi berat seperti lemas dan terus mengantuk, nyeri pada leher, lengan, dan kaki, kejang-kejang, muncul keringat dingin, serta gangguan kesadaran. Jika demikian, segera bawa anak ke dokter atau rumah sakit.

sumber : http://www.parenting.co.id



CJ dan Virus Singapura

CJ udah beberapa hari ini sakit.

Dimulai dari si Celine yang demam di hari Rabu hingga Jumat. Karena kami pikir dia mau flu, seperti biasa cuma kami kasih obat penurun panas dan obat batuk pilek. Ketika dia mulai menolak makan dan minum susu, kami juga pikir mungkin seperti yang dulu - dulu, dia agak mual karena banyaknya lendir. Setelah 2 hari panasnya turun dan Celine sudah mulai aktif kembali, saya dan Dannypun lega.

Walau hanya mau makan dalam porsi kecil, tapi Celine udah mau menghabiskan susunya seperti biasa. Alangkah kagetnya kami waktu dilapori si sus di hari Sabtu kalau di mulut dan lidah si Celine ada bintik merah. Danny masih sempat menenangkan saya dan berkata mungkin itu sariawan, mungkin dia panas dalam karena itu Celine masih "malas" makan. Tapi ketika di Sabtu malam mulai muncul bintik - bintik merah di sekitar telapak kaki, kaki, dan pantat , kami memutuskan untuk menelepon si dokter SPA langganan, yang sayangnya tidak berhasil dihubungi. Mungkin beliau sedang pergi.

Jessie mulai menunjukkan gejala - gejala awal yang sama di hari Jumat. Demam, rewel, mbeler dan produksi iler meningkat hehehe...


Akhirnya di hari minggu pagi, kami semua berangkat ke dokter. Cukup heboh juga hari ini. Dokter SPA langganan belum berhasil dihubungi, dan kami harus berangkat pagi - pagi karena dikabarkan bahwa pagi itu akan ada kongres PSSI ( diikuti oleh demo para bonek ) di hotel shangrila dan kami tinggal di perumahan di seberang hotel Shangrila. Kalau kami tidak meninggalkan rumah sebelum acara demo dimulai, bisa - bisa CJ batal ke dokter. Belum lagi Danny kudu ke kantornya pagi - pagi. Perusahaan dimana dia bekerja kebetulan mewajibkan karyawannya untuk masuk hari itu. Si Danny harus mengurus sesuatu di kantornya dulu sebelum mengantar kami ke dokter.

Akhirnya berangkatlah kami ( Danny, saya, 2 batita, dan 2 nanny ) beramai - ramai ke kantor Danny. Selama perjalanan saya terus menelepon si dokter SPA tapi tetap tidak ada jawaban. Wah..jangan - jangan si dokter ini bener - bener lagi ke luar kota, nggak biasanya teleponnya begitu susah dihubungi.

Sementara Danny menyelesaikan urusannya di kantor ( untung bosnya Danny cukup pengertian dan memperbolehkan Danny cuti hari itu ), kami menunggu dengan lapar dan gelisah. Untuk catatan : kami semua, kecuali Danny, belon pada mandi hehehehe...

Setelah Danny selesaipun, dokter SPA masih nihil. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke dokter SPA saya dan Danny saja di jalan Kartini. Dokter senior ini masih aja praktek dan haleluya.. beliau buka praktek di hari minggu, pukul 10 - 11.

Danny masih ingat dengan pasti ruang prakteknya, masih sama persis seperti dulu..begitu katanya.
Saya sih cuma ingat kepala botaknya om dokter hehehee...

Karena prof udah tua, kalau ngomong ama dia kudu agak sedikit keras volumenya. Meskipun begitu, dia masih sangat gesit, cekatan memeriksa dan menerangkan penyakit si CJ.

CJ didiagnosa terkena virus Singapura. Si prof dengan sabar menjelaskan pada kami yang shock, bahwa flu Singapura itu nggak berbahaya asal ditangani dengan baik. Si Prof juga menunjukkan pada kami bahwa di langit - langit mulut CJ banyak sariawannya, pantas saja mereka ngiler terus dan menolak makan.

Kami juga diwanti - wanti untuk jaga kesehatan, jangan sampai daya tahan tubuh menurun. Karena walaupun flu Singapura ini kebanyakan menyerang anak - anak, bukan berarti orang dewasa tidak bisa tertular. More tentang flu Singapura bisa dibaca di next blog ya.

Selesai masalah dokter, muncul masalah baru. Kami tidak bisa pulang ke rumah. Satu - satunya akses pulang adalah melalu jalan Mayjend. Sungkono. Melalui radio kami tahu kalau jalan itu sekarang ditutup thanks to para Bonek. Tak lama kemudian ada telepon dari rumah, asisten rumah tangga (ART) kami yang udah tua mengabari untuk jangan pulang dulu karena dia diberitahu oleh ART tetangga bahwa mayjend sungkono macet parah  dan jalan akan ditutup. Lalalalalaa...

Kami memutuskan untuk numpang menunggu di rumah mamanya Danny. Minim anak - anak bisa mandi dan makan dulu. Dan terdamparlah kami disana hingga petang. Maafkan mama mertua, ruang tamu anda yang rapi dalam sekejab disulap ama CJ jadi kandang sapi. Taplak meja ditarik, air ditumpahkan di lantai, majalah dilempar kesana - kemari. Untung barang pecah belah berhasil kami amankan terlebih dahulu.

Setelah CJ minum obat dan tidur, the nannies tiba - tiba minta ijin untuk pergi ke ITC mega grosir *#:-S whew!  Memang sih rumah mama mertua dekat sekali dengan ITC Mega Grosir. Ya sudah.. kami mengijinkan asal jangan lama - lama. Ternyata selama para sus shopping, CJ juga nggak rewel dan mulai mau disuapin makanan. hehehe..

Menjelang pukul 5, hujan deras mengguyur Surabaya. Para bonekpun bubar. Asyik...bisa pulang. uupss... ternyata masih belum bisa pulang. Bonek pergi...banjirpun datang. Kami baru bisa pulang menjelang jam 7 malam. Home Sweet Home.*:x lovestruck  CJ langsung tidur pulas begitu menyentuh bantalnya sendiri. Para nannypun langsung mandi karena seharian nggak mandi hehehe...

Hari ini sih CJ udah mulai doyan makan dan susunya pun mulai habis. Moga - moga mereka segera pulih kembali ^^